2019, Anggaran Mega Wisata Mangrove Butur Direstui? – Buton Pos
Suara Butur

2019, Anggaran Mega Wisata Mangrove Butur Direstui?

EMAN

BUTONPOS.COM, BURANGA – Program mega wisata Mangrove Banda Kawasa Buton Utara (Butur) telah dibahas ditingkat pusat oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa Tertinggal, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Bappenas.

Sayangnya, program yang menelan anggaran Rp 178 miliar itu belum bisa direalisasikan tahun 2018 oleh Kementerian Lingkungan dan Kehutanan. Namun akan diusulkan di tahun 2019.

Kepala UPTD KPHL Peropa Butur, Eman mengatakan, pada tanggal 7 November 2017 lalu, di gedung Manggala Bakti digelar rapat percepatan pengembangan wisata alam di hutan lingdung. Dalam rapat tersebut dihadiri 12 KPHL, tiga kementerian dan Bappenas.

Pertemuan itu membahas tentang percepatan pemanfaatan sumber daya alam (SDA), khususnya kawasan hutan lindung yang didesain menjadi obyek wisata alam. “Untuk program mega wisata Mangrove Banda Kawasa Buton Utara, sudah masuk dalam usulan tahun 2019,” kata Eman via telepon selulernya.

Eman menjelaskan, anggaran mega wisata Mangrove Banda Kawasa ini telah diusulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun pihak kementerian akan merealisasikannya di tahun 2019.

“Tahun depan belum, nanti tahun 2019,” tandasnya.

Sesuai perencanaan mega wisata Mangrove Banda Kawasa akan menghubungkan daratan Butur dengan pulau tanah merah Desa Koepisino, Kecamatan Bonegunu. Diperkirakan luasnya mencapai 5.675 hektar.

Dalam grand desainnya, akan dibangun lima menara pengawasan. Menara ini berfungsi untuk melihat pemandangan alam di lokasi obyek wisata mangrove. Sedangkan pulau Kapola besar dan pulau Kabungina akan dibangun kabel card/kereta gantung.

Setiap area akan dibangun lima spot. Spot pertama disiapkan tempat penangkaran buaya dan anoa. Spot kedua terdapat resort, gazebo, tracking like, menara dan rumah makan.

Spot tiga penangkaran kepiting, spot empat wisata alam karena terdapat tempat tinggal kelelawar. Sedangkan spot lima, menjadi tempat berburu satwa liar dan permainan selancar.

Bukan hanya itu, kata Eman, seluruh spot akan disiapkan resort dan gazebo untuk tempat santai dan istirahat.
Mega wisata Mangrove Banda Kawasa ini akan melengkapi obyek wisata yang ada di Kabupaten Wakatobi. Apalagi secara geografis, Butur dan Wakatobi cukup dekat. Keduanya berada diperairan laut banda.

“Kalau Wakatobi terkenal dengan obyek wisata laut, kita hutan lindung mangrove,” tuntasnya.(ary)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!