Mangkir Pelantikan, Jabatan bisa Melayang – Buton Pos
Suara Bombana

Mangkir Pelantikan, Jabatan bisa Melayang

burhanuddin

BUTONPOS.COM, BOMBANA-Sekda Bombana H. Burhanuddin HS. Noy menegaskan jika ada pejabat yang sengaja tidak mau datang penuhi undangan pelantikan, maka jabatan yang bakal dinobatkan untuknya berpotensi dilelang ulang.

Penegasan Sekda ini sebagai buntut adanya pejabat yang diundang pelantikan, namun sudah dua kali undangan, tidak kunjung hadir. Pejabat yang disebut-sebut itu, yakni mantan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bombana H. Nuhung.

Kata Sekda, H. Nuhung dilantik menjadi staf ahli Bupati Bombana bidang ekonomi dan pengangunan, pasca pemutasian dari jabatan lama selaku Kadis Dikbud Bombana. Namun dua kali digelar pelantikan, (Selasa, 5/9) dan Jumat (8/9) lalu, Nuhung mangkir alias tidak hadir. Akibatnya, penobatan jabatan sebagai Staf ahli itu bisa berubah atau berpindah ke orang lain.

“Begini kan aturannya, ketika pejabat itu di undang namun yang bersangkutan tidak mau mengikuti, berarti urusan pemerintah daerah selesai disitu,” tegas Burhanuddin.

Proses selanjutnya, mangkir itu akan jadi bahan laporan ke Komisi Aparat Sipil Negara (KASN). “Bukankah niat baik pemkab itu sudah dua kali memanggilnya. Kami sudah cukup bijak. Sudah diberi kesempatan, namun tidak juga di indahkan. Pemkab punya hak dong untuk mengambil sikap. Silahkan dia (Nuhung) komplain jika dia ingin komplain,” ujarnya.

Mantan Kadis Perhubungan Sultra ini mengatakan bisa jadi jabatan staf ahli Bupati Bombana bidang ekonomi dan pembangunan akan dilelang ulang.

“Aturan¬†Peraturan pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 jelas sekali bahwa, tidak boleh pejabat duduk menjalankan tugas, kalau yang bersangkutan tidak dilantik. Berarti jabatan itu dianggap kosong saat ini. Otomatis kita akan lelang ulang,” paparnya.

Lalu bagaimana dengan penempatan mantan kadis pendidikan itu di sturktur Pemkab Bombana? “Paling-paling ya.. stafnya Sekda. Karena yang bisa membawahi mereka secara kepangkatan itu hanya sekda. Tidak mungkin ditempatkan lagi di dinas, tidak mungkin di Asisten, Karena mereka itu sama pangkat. Tapi kalau di bawahnya sekda itu, semua bisa sepanjang dia PNS. Kalau dibawahnya sekda itu, tidak harus jadi eselon dua lagi,” paparnya.

Sekda ikut mengkalrifikasi bahwa pemanggilan untuk pelantikan itu, cuma satu kali, bukan dua atau tiga kali sebagaimana yang digembor-gemborkan selama ini “Saya katakan pemanggilan itu, cuma satu kali. Bukan dua atau harus tiga kali baru bisa dibatalkan jabatannya. Tapi satu kali saja. Jika yang bersangkutan tidak mau indahkan, maka menjadi kewenangan pemkab mengambil tindakan,” terangnya.

Burhanudin mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Pihak KASN untuk melaporkan persoalan ini. “Jadwalnya itu sudah diatur, sekaligus melaporkan bahwa perintah pelantikan sebagaimana petikan rekomendasi KASN itu sudah kami jalankan,” tukasnya. (Dar)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!