27 Ribu Warga Buteng Miliki Data e-KTP Ganda – Buton Pos
Suara Buton Tengah

27 Ribu Warga Buteng Miliki Data e-KTP Ganda

SYAMSUdDIN

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Penuntasan program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tidak hanya terganjal pada persoalan ketersediaan blanko saja, tetapi masalah data ganda juga. Tercatat, ada sekitar 27 ribu warga Buteng memiliki data ganda e-KTP.

Data ganda ini sebagaimana dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu. Provinsi Sultra memiliki data ganda 900 ribu, sementara Kabupaten Buteng sebanyak 27 ribu data ganda e-KTP.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) sudah berupaya menormalkan data ganda ini, namun masih tersisa sekitar 10 ribu lagi yang harus dituntaskan. Ditargetkan, akhir Desember 2017 sudah tidak ada lagi warga Buteng yang memiliki data ganda e-KTP.

“Munculnya data ganda ini menunjukan bahwa warga Buteng melakukan perekaman lebih dari satu kali di daerah yang berbeda. Kebanyakan melakukan perekaman e-KTP di daerah perantauan dan yang terbanyak itu di Kecamatan Talaga Raya,” ungkap Kadis Dukcapil Kabupaten Buteng, Syamsuddin, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/11).

Dalam melakukan penghapusan data ganda ini, pihaknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu dan mendapat persetujuan dari yang bersangkutan. “Dari 27 ribu sebelumnya, sekarang tinggal 10 ribu lagi yang harus dibersihkan dari data ganda yang dimiliki,” bebernya.

Mantan Camat Lakudo ini menerangkan, adanya data ganda disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah masih banyaknya warga yang berpikiran untuk memiliki e-KTP di setiap wilayah. Hal ini terjadi karena di masa lalu pelayanan publik diberikan dengan asas kewilayahan.

Kalau mau berurusan sesuatu KTP-nya harus sesuai wilayah. Ditambah lagi waktu itu dilakukan saat perekaman massal di awal realisasi program e-KTP. Ada juga setiap perpindahan penduduk, warga membuat perekaman data ulang. Disisi lain, petugas kurang cermat mendeteksi adanya data ganda tersebut.

“Ada yang punya saudara atau teman petugas Disdukcapil minta perekaman yang langsung dilakukan tanpa pengecekan. Apalagi misalnya dalam kondisi offline, maka tidak bisa mendeteksi data ganda,” bebernya.

Maka itu, pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan perekaman e-KTP kepada warga. Warga akan ditanya apakah sudah pernah melakukan perekaman di tempat lain atau belum. Untuk memastikannya lagi, akan dicek di server dan akan muncul jika sudah pernah melakukan perekaman di daerah lain.

“Kalau sudah seperti itu, kita minta warga yang bersangkutan untuk mengurus terlebih dahulu pindah domisili dari Disdukcapil asalnya ke Disdukcapil Buteng. setelah itu baru kita layani untuk melakukan perekaman e-KTP Buteng,” tuturnya.

Syamsuddin memastikan, pemilik data ganda tidak akan mendapatkan e-KTP sebelum mencabut salah satu data miliknya. Sehingga dia meminta masyarakat yang telah merekam dua kali untuk mendatangi Disdukcapil dan mencabut salah satu berkas milik mereka.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!