Alumni Unidayan Cegah Difteri Sejak Usia Dini – Buton Pos
Metro Baubau

Alumni Unidayan Cegah Difteri Sejak Usia Dini

Muhammad Arinal SY
Muhammad Arinal SY

BUTONPOS.COM BAUBAU–Penyakit Difteri menjadi moster menakutkan bagi masyarakat saat ini, sehingga turut mendapat tanggapan dari berbagai pihak salah satunya alumni Unidayan Baubau, Muhammad Arinal.

Demikian dikatakan alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unidayan, Muhammad Arinal SY SKM, melalui koran ini, Senin (4/6). Ia mengungkapkan, penyakit Difteri merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh kuman corynebacterium dhipteriae.

Dikatakan pula, kuman tesebut masuk melalui kulit dan berkembang biak pada permukaan saluran nafas bagian atas. Kata dia, penularan juga bisa melalui percikan ludah ketika batuk, bersin dan bicara. Bahkan dapat mengakibatkan kematian bila tidak diatasi dengan cepat dan tepat.

“Menaggapi isu yang mengatakan bahwa difteri dapat menyebar melalui udara maka masyarakat tidak perlu terlalu resah akan hal tersebut karena pada dasarnya difteri tidak terlalu menyebar lewat udara terlebih pada tataran lokasi seluas lingkup kota baubau,”kata Arinal.

Ia menambahkan, menggunakan masker bukan semata-mata merupakan upaya pencegahan karena penyebaran melalui udara. Namun dengan imunisasi merupakan strategi jitu dalam penanggulangannya. Hal itu dipertegas kembali dengan dikeluarkannya surat kewaspadaan dini penyakit difteri dari Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara.

“Penyakit ini pertama kalinya diderita oleh pasien yang berasal dari daerah Buton Selatan. Dengan mendeteksi menggunakan pendekatan rekam medis penderita. Apakah anak tersebut betul-betul telah mengikuti seluruh tahapan imunisasi Diptheri, Pertussis, Tetanus (DPT) mulai dari usia dua bulan, empat bulan, enam bulan dan 15-18 bulan serta saat masuk sekolah,”bebernya.

Ia menjelaskan, resiko terbesar untuk terkena penyakit difteri adalah pada bayi dan anak sekolah, walaupun beberapa ahli epidemiologi mengatakan bahwa 80 persen terjadi pada anak dibawah usia 15 tahun. Maka diharapkan kerja sama kepada orang tua untuk dapat mengawasi anaknya Jika terkena gejalah-gejalah dini difteri.

“Seperti demam dan lemah di seluruh tubuh, kerongkongan terasa kering dan meradang, sulit dan nyeri saat menelan. Disamping itu, terdapat pembesaran kelenjar getah bening pada leher yang disertai pembengkakan, tedapat membran berwarna putih abu-abu yang menutupi tonsil dan dinding faring yang mudah berdarah,” tutupnya.(p2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top