Amirul Sebut Samahuddin Kalahkan Gaya Membangun Jalan Zaman Belanda – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Amirul Sebut Samahuddin Kalahkan Gaya Membangun Jalan Zaman Belanda

JALAN BARU - Anggota DPR RI Amirul Tamim, Bupati Buteng Samahuddin, dan Sekab La Ode Hasimin saat meninjau jalan baru Wadiabero-Labungkari.

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI- Seharian berkeliling meninjau pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Anggota DPR RI, Amirul Tamim mengaku kagum dengan terobosan yang dilakukan pemerintahan Samahuddin-La Ntau (SamaTau) dalam setahun lebih kepemimpinannya memperlebar dan membuka jalan-jalan baru di Kabupaten Buteng.

Bahkan, Walikota Baubau dua periode yang sukses memajukan sentral Kepulauan Buton (Kepton) itu, menyebut Bupati Buteng H Samahuddin mengalahkan gaya membangun jalan zaman Belanda dulu dalam membuka akses kawasan satu dengan kawasan lainnya.

“Saya kira hanya zaman Belanda yang membuka jalan-jalan baru. Ternyata di Buteng ini banyak seperti itu. Berbeda dengan daerah lain yang rata-rata hanya mengandalkan jalan yang sudah dibuka dan dirintis zaman Belanda. Itu saja yang diaspal jika dibilang mau membangun,” ungkap Amirul saat menyaksikan pengerjaan perkerasan jalan yang baru dibuka dari Desa Wadiabero menuju ibukota Labungkari.

Menurutnya, kebijakan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan bagi daerah yang belum lama mekar seperti Kabupaten Buteng, dinilainya sangat tepat untuk membuka keterisolasian dan koneksitas antara wilayah satu dengan wilayah lainnya.

“Dengan membuka jalan baru seperti ini, secara tidak langsung menumbuhkan nilai ekonomis hak-hak masyarakat atas tanah. Tadinya tanahnya tidak bernilai karena berada di tengah-tengah hutan, dengan dilewati jalan menjadi berharga dengan nilai jual yang tinggi,” terangnya.

Dengan begitu, secara tidak langsung membuka peluang bagi masyarakat mendapatkan kredit-kredit usaha dari tanahnya yang bernilai jual tinggi tersebut. Apalagi sumberdaya manusia Buteng ini punya jiwa dan semangat sebagai wirausaha.

“Kita tahu, bahwa yang memutar roda ekonomi Kota Baubau sebagian besar adalah SDM dari Kabupaten Buteng. Begitu pula pasar-pasar di daerah-daerah lainnya seperti di Kota Kendari, ada peran-peran SDM Buteng. Kalau infrastruktur jalannya sudah diperbaiki dan mereka pulang berkiprah di daerahnya sendiri, maka Buteng ini akan lebih maju,” paparnya.

Selain itu, Amirul juga mengagumi cara-cara kerja yang diterapkan bupati dengan tidak mengejar kuantitas besaran dan banyaknya proyek, melainkan mengutamakan kualitas. “Kalau akses jalannya terjal dan beresiko, maka dilakukan katingan atau memilih jalur-jalur yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan,” imbuhnya.

Bahkan, seperti jalan poros Lombe-Tolandona dipilihkan kualitas aspal Hotmix dengan alasan usia pakainya lebih lama. “Memang mahal, tapi usia pakainya lama dimanfaatkan masyarakat. Berarti pemerintah memanfaatkan APBD dari rakyat dikembalikan kepada rakyat dengan pembangunan berkualitas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam melakukan pengawasan dan peninjauan pembangunan infrastruktur di Buteng tersebut, senator senayan ini didampingi langsung Bupati Samahuddin, Sekab La Ode Hasimin, dan sejumlah Kepala OPD.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top