Amirul Tamim: Jangan Ulangi Kesalahan Memilih, Pilih HYF-AHMAD – Buton Pos
Metro Baubau

Amirul Tamim: Jangan Ulangi Kesalahan Memilih, Pilih HYF-AHMAD

BUTONPOS.COM KEHADIRAN Amirul Tamim di Stadion Betoambari, Kamis (21/6) lalu betul-betul menghapus kerinduan warga Kota Semerbak terhadap mantan Wali Kota Baubau dua periode yang kini duduk di Komisi II DPR RI tersebut.

Masyarakat berduyun-duyun membentuk lautan manusia mendatangi stadion ingin melihat dan mendengarkan materi kampanye HYF-Ahmad, termasuk bapak pembangunan Kota Baubau ini. Dan itulah yang menjadi salah satu magnet bagi kandidat Paslon Wali Kota-Wawali Nomor 4, HYF-AHMAD.

Usai Kampanye Akbar, Amirul berujar, “Jangan ulangi kesalahan memilih, pilih HYF-AHMAD.” Menurutnya, Allah SWT telah memberikan anugerah kepada Sultra, lebih khusus Buton, dan Baubau berada di bawah kaki depan Pulau Sulawesi. Sangat strategis, sehingga tidak ada alasan kalau daerah ini tidak maju.

“Yang menjadi alasan karena kita belum cerdas untuk menentukan siapa yang patut untuk menata kawasan yang seperti ini, tidak ada alasan. Saudara ojek bisa mendapatkan penghasilan, kaki lima bisa mendapatkan penghasilan, penjual-penjual bakso bisa mendapatkan penghasilan, tanah-tanah kita di gunung yang tidak punya harga, itu bisa menjadi punya harga, cuma karena kita belum cerdas,” bebernya.

“10 tahun kita coba menata dengan sentuhan-sentuhan kecil bisa kita berubah. Kita bisa menciptakan Kotamara, kita bisa menciptakan Wantiro, di sana saudara-saudara bisa hidup. Kalau sekarang sepi jangan kita saling menyalahkan, mari kita belajar dari kesalahan. Mari kita melihat hari esok, tanggal 27 adalah tanggal yang menentukan apakah anugerah Allah ini, kota yang cantik ini, Kepton yang ada di kaki depan Pulau Sulawesi bisa berarti untuk warga yang huni di atas bumi ini,” paparnya seraya mengatakan Tuhan tidak merubah nasib kita, kecuali kita sendiri.

Lebih jauh Amirul menyebut, pernah mencoba 10 tahun, dengan sentuhan-sentuhan kecil bisa mewujudkan Baubau maju. “Baubau yang kita coba 10 tahun, gunung Wantiro kita bisa tebas, Palagimata yang tidak pernah dilirik bisa menjadi nilai yang berharga. Kotamara yang setiap bulan musim ombak warganya tidak bisa tidur karena dihempas ombak, di Kaobula, Wameo sekarang bisa tidur nyenyak, Bonebone,” sebutnya.

Dia mengatakan, program tersebut akan dilanjutkan HYF-AHMAD. Salah satunya dengan membentuk kawasan pertumbuhan baru untuk meningkatkan daya dukung Baubau.

Menurut mantan Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sultra di era Gubernur Kaimoeddin ini, kita bisa buat jalan jembatan karena di Jakarta, Jawa, dan Makassar memiliki jalan layang. Namun demikian jalan layang kita jangan di darat, tapi di pinggir laut karena akan mempermudah, apalagi teknologinya bisa.

Nah, sebelum terwujud Provinsi Kepton, perjuangkan cepat jalan lingkar luar kawasan ini, konsepnya sudah ada, tinggal diperjuangkan. “Konsep Kota Baubau pada 2015 Lealea sudah harus diletakkan sebagai Kota Satelit karena dalam waktu yang tidak lama lagi jembatan penyeberangan antara Palabusa, Kolagana, ke Baruta akan terwujud. Sudah dirintis jalan-jalan penghubungnya, kalau jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) 6 Kilometer, Kolagana-Baruta hanya 1 Kilometer, kenapa tidak bisa? Tergantung dari ini dan ini?” ujarnya seraya menunjuk kepala dan hatinya.

“Oleh sebab itu, ketika saya diminta pidato diwarga Kota Baubau untuk mengingatkan kembali dan saya tentu hadir disini untuk mengingatkan dan minta kepada rakyat Baubau pilih HYF-AHMAD. Jadikan dia untuk bisa memimpin untuk memperjuangkan konsep Kota Baubau ke depan bagaimana menjadi ibukota Kepton dan insya Allah menjadi kota yang cantik, kota yang memakmurkan masyarakatnya,” bebernya.

“10 tahun kita sudah coba, jual apa saja di Pantai Kamali, laku. Kalau sekarang tidak laku berarti ada yang kurang tepat. Kalau di Wameo kurang laku, berarti ada yang salah. Kalau saudara-saudara ojek kurang pendapatannya, berarti ada yang kurang disentuh. Kalau penjual makanan ini kurang laku makanannya, berarti ada yang kita lupa. Sebenarnya tidak susah, cukup kita goyang begini, dia jalan itu barang,” sambungnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Rabu, 27 Juni yang menentukan apakah konsep Kota Baubau, Kepton yang diimpikan bisa jadi, berlanjut, pikiran-pikiran tersebut bisa diterima tergantung tanggal 27 nanti. “Saudara-saudara pilih HYF-AHMAD, nomor empat. Karena konsep Baubau sudah ada di kepala mereka. Bukan di dalam laptop, tapi ada di kepala HYF-AHMAD. Ada di hati kita. Oleh sebab itu tanggal 27 Juni jangan sia-siakan,” tegasnya.

Di matanya, jangan dianggap sebagai lima tahunan apa yang diperoleh, tapi tanggal 27 Juni adalah lima tahun ke depan ikut menentukan nasib kita. “Silahkan saudara terima 100 ribu, tetapi ingat baru satu tahun anda sudah rugi berapa ratus ribu. Malah mungkin saudara sudah rugi jutaan karena ada yang terima 100 ribu. Kita harus perjuangkan Rahmatan Lil Alamin. Kita harus percaya bahwa Tuhan mempunyai Kemahakuasaan, kita berdoa kasih kesehatan, keterbukaan hati warga Baubau, agar HYF-AHMAD menjadi pasangan Wali Kota-Wawali Baubau terpilih. Bagaimana konsep daerah ini, insya Alah kemakmuran, kemaslahatan dari ketiga peran masyarakat, dari kawasan ini karena kita tahu karunia Tuhan untuk daerah ini,” bebernya.

“Kita daerah kaya, kaya dari prosisi strategisnya, kaya dari manusianya yang cerdas, unggul, ulet, kemudian yang tidak kalah pentingnya ada di dalam kepala kita. Oleh sebab itu mari saudara-saudara sekalian, tanggal 27 pilih HYF-AHMAD. Nomor empat,” serunya.

Dilanjutkan, Baubau sudah punya pelabuhan besar, seraya mengingatkan dulu mungkin ada yang mendemonya soal Pantai Kamali, dan finger. Tapi ia tahu pendemonya belum paham. Oleh sebab itu tetap melanjutkan pembangunan.

“Bagaimana dengan Kotamara, Kotamara itu baru 40 persen, belum 100 persen. Tapi mari saya mengajak kepada kita semua jangan ada dendam, jangan ada saling menyalahkan. Dendam dan saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan persoalan. Warisan leluhur, binci-binciki kuli, pongka-angkataka, popia-piara, pomamasiaka, pomamaeyaka, bukan porambi-rambitaka,” tandasnya.

Maka itu, dia ingatkan jangan menyalahkan masa lalu, mari perbaiki masa lalu yang tidak baik, merancang kelemahan-kelemahan masa lalu agar tidak terulang. “Jangan kita salahkan si A, jangan kita salahkan si B, 10 tahun saya bersama saudara-saudara apa yang pernah dibangun pendahulu-pendahulu saya tidak pernah saya bongkar. Kita tetap menghargai, tetap kita akui bahwa ada saja yang tidak tepat. Oleh sebab itu masyarakat Baubau jangan terpancing untuk membicarakan kelamahan, siapa yang salah,” ingatnya.

“Tapi kelemahan, siapa yang salah, termasuk salah pilih mari kita benarkan di tanggal 27 Juni yang akan datang, untuk kita tidak mengulang. Kita benarkan, kita renungkan, kita tahajudkan kalau perlu agar tanggal 27 jangan ada yang lalai, jangan ada yang tunggu siraman, tapi datang karena satu suara saudara-saudara itu berarti bagi masa depan kita semua,” ajaknya.

“Kelemahan kita, jangan heran kalau pasar sekarang sepi, jangan heran kalau anda berjualan tidak laku, oleh sebab itu jangan ulangi kesalahan memilih, jangan ulangi kesalahan memilih,” serunya.

“Mari kita sambut tanggal 27 Juni, semoga Allah SWT memberikan getaran hati kepada kita dan memberikan kepercayaan kepada HYF-AHMAD, untuk hadir memimpin kembali di tengah warga Kota Baubau,” pintanya.

Ditegaskan kembali, waktu lima tahun itu lama. Tidak ada artinya uang Rp 300 ribu, Rp 500 ribu, lebih punya arti kalau kita memilih yang tepat pada tanggal 27 Juni 2018. Wali kota yang tepat, akan membawa kita dalam lima tahun ke depan, memastikan kita untuk mendapat pekerjaan bagi yang belum bekerja. Menambah penghasilan bagi yang sudah bekerja, yang belum punya tanah bisa beli tanah, yang belum punya rumah bisa bangun rumah. Bisa menyekolahkan anak-anaknya ke luar daerah karena kota kita dipimpin oleh orang yang telah mewakafkan dirinya utk pembangunan Baubau.

“Insya Allah, HYF-AHMAD Bekerja Lebih Baik. Itu pilihan kita, baju kotak-kotak.

Selama lima tahun ini tidak sedikit yang mengeluh susah mendapatkan pekerjaan yang sudah bekerja juga merasa pendapatannya juga berkurang. Anak-anak yang sudah selesai sekolah masih saja nganggur. Sebagian besar menyesalkan karena pengaruh serangan fajar. Memang lima tahun itu lama. Semoga pengalaman itu tidak berulang. Waspadalah,” pungkasnya. (p20)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top