Banyak Kecurangan, RossY Minta Pilkada Ulang – Buton Pos
Metro Baubau

Banyak Kecurangan, RossY Minta Pilkada Ulang

BUTONPOS.COM, BAUBAU- Pesta Demokrasi dalam Pilkada Kota Baubau periode 2018-2023, Rabu (27/6) dianggap tidak berjalan secara demokratis, jujur dan adil. Banyaknya kecurangan yang ditemukan dilapangan. Hal inilah yang dinilai oleh pasangan calon nomor urut 1, Roslina Rahim-La Ode Yasin Mazadu (RossY) sebagai upaya untuk menciderai pesta demokrasi khsususnya di Kota Baubau.

Kecurangan-kecurangan yang ditemukan Tim RossY diungkapkan langsung oleh Ketua Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut 1, Aslan Azis. Dirinci, kecurangan yang menjadi temuan diantaranya, adanya penggelembungan suara sebanyak kurang lebih 20.000 suara dan dimanfaatkan oleh pasangan calon pemenang.

“Penggelembungan suara itu dibuktikan di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimana banyaknya jumlah pemilih ganda yang terdaftar lebih dari 1 TPS. Bahkan, kuasa hukum Paslon tertentu juga memiliki dua surat panggilan untuk memilih,” beber pria yang akrab disapa Abba saat ditemui di Posko Utama RossY di Lingkungan Kanakea, Kamis (28/6).

Selain itu, adanya beberapa temuan surat suara yang rusak seperti di TPS 10 Kelurahan Bone-Bone. Surat suara tersebut sudah lebih dulu tercoblos di gambar pasangan nomor urut 2, Tampil Manis. “Ini ditemukan oleh pemilih bernama Syafaruddin di TPS 10 Kelurahan Bone-Bone. Padahal kejadian ini seharusnya tidak terjadi jika KPPS bisa bertindak adil karena sebelum surat suara diserahkan kepada pemilih sudah diperiksa lebih dulu,” ungkapnya.

Parahnya, kasus money politik (politik uang) yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam hal ini oknum lurah dan oknum ketua RT.

“Untuk hal ini kami ada bukti-bukti yang sudah dipegang. Dan sudah kami kumpul untuk dijadikan laporan kepada pihak penyelenggara dan pihak Gakkumdu,” ujarnya.

Juga ditemukan disejumlah TPS yang tidak menyediakan daftar hadir khususnya daftar hadir untuk para pemilih yang ingin menyalurkan hak pilihnya. “Harusnya kan ada dua daftar hadir yang disiapkan, yakni untuk Pilgub dan Pilwali. Tapi kenyataannya di lapangan yang ditemui, ada yang hanya siapkan untuk Pilgub dan ada yang tidak siapkan daftar hadir sama sekali. Ini apakah kelalaian penyelenggara atau memang sudah disetting,” pungkasnya.

Temuan lain adalah adanya mobilisasi massa disemua TPS saat pencoblosan. Lalu, pada waktu yang sudah ditetapkan Pukul 13.00 WITA proses pemilihan sudah berakhir justru ada sejumlah TPS justru masih melayani pemilih. Ada juga pemilih yang ingin memilih justru ditolak oleh KPPS di TPS.

“Ini kita laporkan semua ke Panwas untuk segera ditindaklanjuti. Kami dari Tim RossY tidak terima dengan hasil ini karena proses yang berjalan sangat menciderai pesta Demokrasi khususnya di Pilkada Kota Baubau. Ini juga menjadi kekecewaan mayoritas masyarakat yang ingin adanya perubahan. Olehnya, itu kami meminta untuk dilakukan Pilkada Ulang secara keseluruhan karena hasil Pilkada 27 Juni kami anggap cacat,” tutupnya. (Hrm)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top