Batas Umur Pelamar CPNS jadi 40 Tahun, Tapi Syaratnya Makin Berat – Buton Pos
Nasional

Batas Umur Pelamar CPNS jadi 40 Tahun, Tapi Syaratnya Makin Berat

Ilustrasi CPNS

BUTONPOS.COM, JAKARTA – Batasan umur pelamar CPNS jadi 40 tahun. Ketentuan ini tertuang di Keppres 17 Tahun 2019 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 3 Juli 2019.

Sayangnya, Keppres tersebut tidak menyasar seluruh formasi jabatan. Dia hanya fokus pada enam jabatan yaitu dokter; dokter gigi, dokter pendidik klinis; dosen; peneliti; dan perekayasa. Di luar jabatan tersebut, usia 35 tahun tetap jadi batasan maksimal pelamar CPNS.

Karo Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, Keppres 17/2019 dikeluarkan atas dasar Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2Ol7 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 60371.

“Sesuai keputusan presiden, ada enam formasi jabatan yang usia maksimalnya 40 tahun. Di luar enam jabatan itu, tetap 35 tahun,” kata Ridwan kepada JPNN.com, Jumat (6/9).

Meski ada kelonggaran untuk usia, tapi jika dilihat dari syarat melamar CPNS untuk enam jabatan tersebut cukup berat. Untuk jabatan dokter dan dokter gigi harus berkualifikasi
pendidikan dokter spesialis serta dokter gigi spesialis.

Untuk jabatan dosen, peneliti, dan perekayas, kualilikasi pendidikannya harus Strata 3 (Doktor).

“Dalam Keppres juga disebutkan menpan-rb menyusun kriteria pelamar untuk jabatan dosen, peneliti, dan perekayasa. Usia 40 tahun dihitung saat melamar sebagai CPNS,” tandasnya.

Hanya saja, persyaratan untuk melamar formasi tersebut cukup berat. Sebut saja untuk jabatan dokter dan dokter gigi harus berkualifikasi pendidikan dokter spesialis serta dokter gigi spesialis. Untuk jabatan dosen, peneliti, dan perekayasa, kualilikasi pendidikannya harus Strata 3 (Doktor).

“Aduh, rencana mau ikut seleksi CPNS dosen batal. Ini syaratnya harus S3, tahun lalu masih bisa S2,” keluh Indriani, lulusan master salah satu perguruan tinggi negeri top di Indonesia kepada JPNN.com, Jumat (6/9).

Makin beratnya syarat jadi dosen, diprediksi akan mengurangi jumlah pelamar. “Ini yang bisa ikut terbatas karena syarat dipersulit. Keppresnya dikeluarkan jelang penerimaan CPNS 2019 lagi,” keluhnya.

Karo Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan yang dihubungi mengatakan ada minimal tiga hal positif dalam Keppres ini. Pertama, menambah peluang masuknya dokter spesialis dalam jajaran CPNS.

“Berdasarkan pengalaman dua tahun ini, pelamar formasi dokter spesialis sangat kesulitan dengan kriteria umur maksimal 35 tahun. Ini merupakan respons atas keluhan banyak instansi dan masyarakat,” terangnya.

Kedua, dengan kualifikasi S3, dosen, peneliti, dan perekayasa, sudah pasti mumpuni dan bisa langsung dimanfaatkan oleh instansi pengusul.

Selama ini, CPNS dari ketiga formasi tersebut lebih konsentrasi ke “sekolah lagi” daripada memprioritaskan tugas pokok dan fungsinya.

Ketiga, Keppres ini merupakan amanat Pasal 23 Ayat 3 PP 11/2017 dan harus diterbitkan sebelum penerimaan CPNS dibuka. (esy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top