Bayi Meninggal, Manajemen Rumah Sakit Dipolisikan – Butonpos
Hukum

Bayi Meninggal, Manajemen Rumah Sakit Dipolisikan

ilustrasi

BUTONPOS.COM, RAHA – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha sangat buruk. Akibat pelayanan medis yang amburadul itu pasangan suami istri Unyil dan Reni, tidak bisa mendenar tangisan bayinya yang baru lahir.

Warga Desa Lagasa, Kecamatan Duruka.

Bayi mungil warga Desa Lagasa, Kecamatan Duruka itu meninggal setelah ibunya dioperasi di RSUD, Sabtu akhir pekan lalu (9/9). Bayi meninggal diduga akibat terlambat mendapat penanganan medis dari petugas RSUD.

Ihwal ceritanya bermula pada Jumat (8/9) sekitar pukul 08.00 Wita, Reni mengeluhkan sakit pada perutnya. Ia lalu memeriksakan pada bidan desa, Masri. Karena tak kunjung ada perubahan, bidan desa menyarankan untuk agar Reni dibawa ke RS pada pukul 14.00 Wita. Di kamar bersalin, Reni diperiksa petugas piket dan dinyatakan belum waktunya untuk melahitkan. Reni lalu dirawat.

Nah, sekitar pukul 19.00 Wita, bidan di kamar bersalin memeriksa dan menyatakan jantung bayi dalam kandungan sudah tak berdenyut. Hal tersebut sama dengan yang dirasakan Reni.

Suaminya lalu mempertanyakan pada petugas jaga kenapa belum ada tindakan yang dilakukan. Petugas menjawab masih menunggu dokter. Reni baru mendapat tindakan nanti Sabtu (9/9) sekitar pukul 09.00 Wita. Itupun setelah puluhan keluarganya “mengamuk” di RS.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga turun menenangkan keluarga Reni dan bertemu dengan dokter ahli kandungan, dr Tamsila. Di hadapan Kapolres, dokter mengaku kondisi bayi dalam kandungan masih bernyawa dan disarankan untuk dioperasi.

Pihak keluarga menyahuti dan diperintakan untuk menebus resep obat sebesar Rp 1,9 juta di apotek rumah bersalin Harapan Kita milik sang dokter di Jalan Gatot Subroto (depan SMP 2). Setelah obat ada, operasi dilakukan, ternyata bayi sudah meninggal dunia.

Kondisi bayi cukup mengenaskan. Hampir di sekujur tubuhnya terkelupas. Bayi diduga meninggal sehari sebelum dioperasi. “Banyak yang janggal pada tubuh bayi itu dan kami tidak terima,” kata Unyil ayah bayi itu didampingi Machdin.

Karena banyak yang janggal, Unyil lalu melaporkan manajemen RS ke Polres Muna akibat kelalaian yang dilakukan petugas medis. “Kami sudah laporkan di polisi,” ungkapnya.

Masri, bidan desa yang memeriksa Reni mengaku saat itu bayi dalam kandungan masih bergerak. Karena tak kunjung ada perubahan, Ia menyarankan untuk dibawa ke RS. “Pagi pukul 08.00 Wita, saya periksa perut ibunya masih ada gerakan dan denyutan,” ujarnya.

Pihak RS hingga saat ini belum memberikan keterangan. Dirut RS, dr Agus yang coba dikonfirmasi tidak berada di tempat. “Pak Dirut lagi keluar daerah,” kata Muslimin, Pramu Dirut.

Sementara itu, Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga yang dikonfirmasi membernarkan adanya laporan itu. Katanya, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya bayi dan proses tindakan medis yang dilakukan. “Masih dalam lidik,” singkatnya. (cr1)

Click to comment

BERITA POPULER

Enter ad code here
Enter ad code here
-DPRD-BAUBAU-HUT-RI-280x300.jpg" alt="" width="280" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-212078" />

Copyright © 2016 Butonpos

To Top