Begini Isi Pesan Dalam Rekaman Suara Wa Ode Wati Nurbaena – Buton Pos
Metro Baubau

Begini Isi Pesan Dalam Rekaman Suara Wa Ode Wati Nurbaena

ILUSTRASI

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Beredarnya rekaman suara pada momen Pilkada 27 Juni 2018, tepatnya Pilwali Baubau kemarin, membuat masyarakat penasaran dengan isi pesan tersebut.

Ketika Wa Ode Wati Nurbaena pegawai BKKBN Kota Baubau mengakui rekaman tersebut adalah suaranya. Membuat masyarakat semakin penasaran. Diduga rekaman tersbebut ada hubungannya dengan Pilwali yakni mengarahkan untuk memilih salah satu Paslon.

Rekaman yang berdurasi 35 detik itu, menimbulkan tafsir ganda di tengah-tengah masyarakat. Apalagi ungkapan tersebut menyeret nama Sekot Baubau Muh Roni Muchtar.

Namun sayangnya kata-kata yang ia ungkapkan masih umum, pihaknya tidak menyebut salah satu Paslon dalam rekaman tersebut.

Dirinya kemudian membantah tudingan melakukan mobilisasi ASN atas rekaman suara itu. Ia juga sudah melaukan klarifikasi pada Koran ini tanggal 7 Juli. Namun yang masih membuat penasaran adalah pesan dari Sekot Baubau Pak Roni.

Dengan tegas, ia membantah tudingan mobilisasi ASN tersebut. kata dia, pesan-pesan yang disampaikan dalam rekaman tidak ada hubungannya dengan politik aktif. Melainkan pesan-pesan antara pimpinan dan bawahan untuk mengsukseskan agenda nasional yakni Pilkada Serentak 27 Juni 2018.

“Saya Wa Ode wati Nurbaena S.Sos MSi, ketua ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Baubau, hari ini (15/7), kembali saya ingin tegaskan kepada publik terkait rekaman di group K-1 kota Baubau tanggal 20 Juni 2018 lalu, Klarifikasi saya yang terbit pada tanggal 7 Juli 2018, bahwa dalam remkaman tersebut tidak ada unsur politik. Apalagi yang di duga oleh pihka-pihak tertentu untuk memobilisasi ASN atas perintah pak Roni, ini sama sekali tidak benar,” kata Nurbaena.

“Tidak ada sama sekali bukti untuk menggiring anggota group saya ke salah satu Paslon. Sangat jelas kok suara saya, sebab dalam rekaman tersebut telah nyata terdengar hanyalah percakapan harian kami di group, privasi kami di group. Saya hanya mengingatkan pada naggota group, apapun kesibukan mereka jangan lupa tanggal 27 Juni,” sambungnya.

Kemudian ia mebeberkan pesan dari Sekot Baubau Muh Roni, ia mengaku pesan tersebut tidak lain adalah pesan yang sering diungkapkan dalam setiap upacara, apel, maupun seminar.

“Terkait pesan pak Roni dalam rekaman suara saya, tidak lain hanyalah untuk mengingatkan pesan-pesan pak Roni, beliau sering berpesan dalam upacara, apel pagi, maupun dalam kegiatan-kegaitan seminar daerah. Beliau dengan tegas mengingatkan pada kami seluruh ASN kota Baubau, bahwa tanggal 27 Juni 2018 akan ada Pilkada serentak di Kota Baubau, ingat ASN harus tetap menjaga netralisasi, ASN harus netral dan tidak boleh terlibat aktif dalam kegiatan Politik. Sebab jika terbukti melakukan pelanggaran, maka sangsinya sangat jelas diatur dalam undang-undang ASN itulah pesan-pesan pak Roni,” jelasnya.

“Oleh karena itu, saya sebagai ASN merasa bertanggung jawab meyampaikan pesan beliau pada anggota Group saya, tekait janji itu,” sambungnya.

Terkait janji yang telah didengar dalam rekaman itu, Wa Ode Wati Nurbaena mengatakan itu terkait janji perjuangan Pak Roni ketika menjadi kepala BKD 2013 lalu, dengan mempejuangkan nasib K-1.

“Dari kata yang telah terucap dalam rekaman tersebut adalah janji kami sendiri ketika Pak Roni masih menjadi kepala BKD tahun 2013 lalu. Saat itu dalam catatan sejarah, persolan data base K-1 Kota Baubau begitu rumit dan berbelit-belit. Sehingga perjuangannya bagaikan direbut dalam mulut buaya,” tandasnya.

Dikisahkan, beliau (Pak Roni, red) harus bolak-balik ke Jakarta, pasang dada untuk nasib K-1. “Beliaui berjuang dan mempertaruhkan nama dan jabatannnya hanya untuk menyelamatkan nama data base K-1 yang begitu pelik,” kisahnya.

Atas perjuangan Sekot Baubau itu, sehingga Wa Ode Wati Nurbaena selalu mengingatkan anggotanya.

“Kami begitu sulit untuk melupakan beliu dan disaat itu kami pernah berkomitmen pada beliau untuk tetap solid dan selalu siap membantu beliau, tetapi ingat bukan dalam urusan politik,” tukasnya.

Dikatakan, Sekot Baubau tidak pernah mengarahkan pihaknya untuk memilih salah atu Paslon.

“Pak Roni tidak pernah memerintahkan kami untuk mendukung salah satu paslon. Tanggung jawab kami sebagai ASN adalah mengsukseskan Pilkada sesuai pesan Pak Roni yang telah dikutip diatas,” katanya.

“Sebab apabilan ASN terbukti melakukan pelanggaran dalam pilkada, dan salah satunya anggota group WA K-1, maka pak roni sebagai Sekot dianggap gagal membina pegawainya,” tambahnya.

Dari pesan-pesan Sekot sebagai pembina pegawai tersebut, sehingga Wa Ode Wati Nurbaena melanjutkan pesan-pesan itu kepada anggotanya.

“Karena beliau adalah pembina kepegawaian kami, sehingga inilah yang mutlak yang harus saya sampaikan pada angiota group. Kalaupun ada pihak-pihak yang menafsirkan lain dengan rekaman tersebut itu adalah hak mereka, saya welcome saja, saya sangat menghargai itu. Sebab, seribu pendengar, seribu pula orang yang memaknainya. saya tetap mengedepankan rasionalitas bukan emosional. terimakasih untuk masyarakat yang memberikan opininnya,” pungkasnya. (p1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top