Belajar dari Nenek, Bisa Perpanjang Alat Vital, Per Centimeter Ongkosnya Rp 700 Ribu – Butonpos
Kesehatan

Belajar dari Nenek, Bisa Perpanjang Alat Vital, Per Centimeter Ongkosnya Rp 700 Ribu

MAK ERAT TUNJUKAN OBAT

BUTONPOS.COM, KESEHATAN – Mak Erot boleh terkenal di tanah Jawa Barat, namun di Lombok, Matamaram, Nusa Tenggara Barat (NTB) nama Mak Erat jauh lebih terkenal.

Meskipun dua-duanya memiliki kesamaan sebagai penyedia jasa pengobatan tradisional untuk urusan ukuran kejantanan kaum laki-laki.
Mak Erat sendiri berpraktik di kawasan Bertais, Sandubaya Mataram, NTB. Sekitar tiga puluh meter dari gang masuk jalan Gontoran.

Bagi yang tertarik, bisa langsung melihat plangnya di sebelah kiri jalan.

“Mau berobat ya?” seorang wanita dengan ragu membuka pintu rumahnya.

Wanita itu hanya menampakan diri beberapa saat di depan pintu. Lalu buru-buru masuk ke dalam bilik kamarnya yang bercat pink.

Di tempat yang dimaksud, dua pria tengah tidur santai, sambil menonton televisi. Saat melihat kedatangan Lombok Post (Jawa Pos Group), satu diantaranya setengah berlari, menyelinap masuk ke dalam kamar.

Sekitar lima menit menunggu di luar, barulah kami tahu kalau pria itu ternyata mengganti pakaian.

Kali ini, ia terlihat mengenakan kopiah, baju batik dan sarung yang dikenakannya. “Mau berobat ya?” tanya pria itu sembari tersenyum.

Tetapi pria itu, sempat bingung ketika sang ‘pasien’ menjelaskan ingin mencari tahu apa itu pengobatan Mak Erat.

Kenapa juga namanya serupa dengan Mak Erot. Apa mereka saudara? Atau saingan bisnis pengobatan alat vital?

“Soal itu tanya saja langsung sama cucunya di dalam,” jawab pria yang sepertinya ‘resepsionis’ tempat praktik itu dengan nada santun.

Sekitar sepuluh menit menunggu, seseorang di balik kamar membuka pintu dengan perlahan. Di dalam suasananya sedikit pengap.

Pria bertubuh gempal dengan kulit bersih, mempersilakan kami untuk duduk bersila.

“Ini sama dengan Mak Erot, untuk memperbesar alat vital juga,” kata pria yang mengaku bernama Muhammad Abdullah.

Ia lalu menceritakan awalnya ia membuka praktik pengobatan tradisional itu.

Sebelum menginjakkan kaki di Lombok, Abdul begitu dia karib di sapa, adalah lulusan Pondok Pesantren Citepus, Jawa Barat.

“Awalnya saya hanya kerja jadi petani saja,” tuturnya. Tetapi, suatu ketika paman dan neneknya, mengajak ia ke Lombok. Saat itu sekitar tahun 2010. Abdul memilih ikut. Mereka berniat mengembangkan teknik tradisional pengobatan alat vital di Lombok.]

Prev1 of 3

BERITA POPULER

Enter ad code here
Enter ad code here
-DPRD-BAUBAU-HUT-RI-280x300.jpg" alt="" width="280" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-212078" />

Copyright © 2016 Butonpos

To Top