Bendahara Dampingi Kades Kakenauwe Jadi Tersangka – Buton Pos
Hukum

Bendahara Dampingi Kades Kakenauwe Jadi Tersangka

iptu hasanuddin

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Setelah berhasil menangkap Kepala Desa (Kades) Kakenauwe, Kecamatan Lasalimu, Taslim, di Fak-fak, Papua Barat, beberapa waktu lalu, Reskrim Polres Buton langsung memperdalam kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2016 itu. Hasilnya, Bendahara DD pun turut ditetapkan tersangka menemani sang Kades.

“Tambahan tersangkanya bendahara, tapi saya lupa lagi namanya siapa itu,” kata Kasat Reskrim Polres Buton, Iptu Hasanuddin SH MH, ketika dikonfirmasi, Rabu (6/12).

Hasanuddin menjelaskan, bendahara ditetapkan tersangka karena terlibat dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai peruntukannya. Namun terhadap tersangka baru ini tidak ditahan dengan alasan tidak akan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, apalagi menghilangkan barang bukti. Dia juga selalu koperatif kalau sewaktu-waktu dipanggil.

“Dia tidak ditahan karena alasan memenuhi unsur syarat subyektif dan obyektif. Diyakini tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti atau mengulangi lagi perbuatannya. Dia kooperatif saat dimintai keterangan,” terang Hasanuddin.

Terhadap kasus ini, kata dia, berkasnya telah rampung. Direncanakan hari ini akan dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton dalam bentuk tahap satu.

“Insya Allah besok (hari ini, red) berkas tahap satunya kita kirim di kejaksaan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, lebih kurang sebulan setelah ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO), Reskrim Polres Buton berhasil menangkap Kades Kakenauwe, Tasman. Dia diciduk di Kampung Wapus, Distrik Bahamdandara, Kabupaten Fak-fak, Papua Barat.

Hasanuddin menceritakan, penangkapan tersangka korupsi Dana Desa (DD) tahun 2016 itu berawal dari kecurigaan pihaknya yang mencium keberadaan pelaku di Fak-fak. Dari situ kemudian diutuslah dua orang anggota yakni Brigadir Muh Marwan SH dan Brigadir Almuhalis Njarah SH untuk memburu pelaku.

Kedua pembantu penyidik Reskrim Polres Buton itu tiba di Kota Fak-fak pada 15 November 2017 pukul 16.00 Wit. Selanjutnya langsung dilakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) atas keberadaan tersangka.

Sekitar pukul 23.00 WIT, lanjut Hasanuddin, Muh Marwan dan Almuhalis kemudian melakukan koordinasi dengan Komandan Unit Intel Kodim 1706 Fak-fak, Letda Inf Zainudin serta dua anggotanya yakni Serka La Iwan dan Serka Ahmad Amirudin.

Keesokan harinya kemudian, sekitar pukul 06.00 WIT, Muh Marwan dan Almuhalis didampingi tiga anggota Intel Kodim 1706 Fak-fak, La Iwan, Ahmad Amirudin, dan Sertu Bili Wilian berangkat menuju Kampung Kinam, Distrik Bahamdandara yang berjarak 150 killometer dari Kota Fak-fak menggunakan mobil pick up, dengan memakan waktu sekitar tiga jam.

Setibanya di lokasi yang dituju kala itu, langsung dilakukan penyergapan terhadap tersangka. Tersangka Tasman diamankan bersama istrinya Wa Emi tanpa ada perlawanan. Keduanya selanjutnya di bawah menuju di Kota Fak-fak untuk diperksa dan dimintai keterangannya di Polres Fak-fak.

Hasanuddin mengatakan, tersangka Tasman bersama istrinya dibawa menuju Polres Buton, Senin (20/11). Mereka bertolak dari Kota Fak-fak menggunakan jasa angkutan pesawat udara. Setibanya tersangka di Polres Buton, penyidik langsung melakukan pendalaman. Yang utama didalami yakni, apakah tersangka memang sengaja melarikan diri dari hukum atau dipengaruhi pihak lain yang turut terlibat menikmati uang negara.

Kerugian negara yang ditimbulkan atas perbuatan tersangka Tasman setelah diaudit BPKP lebih kurang sebesar Rp 320 juta. Atas itu, dia dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman maksimalnya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Kita belum junctokan dengan Pasal 55 KUHP karena memang harus kita dalami dulu apakah dia sengaja lari sendirinya, atau disuruh orang yang juga ikut menikmati uang negara,” tandas Hasanuddin. (man)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!