Berkas Dugaan Korupsi La Renda Cs Kembali Diteliti – Buton Pos
Hukum

Berkas Dugaan Korupsi La Renda Cs Kembali Diteliti

TABRANI

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Penyidik Reskrim Polres Buton kembali melimpahkan berkas dugaan korupsi pengadaan air bersih dan pembukaan lahan transmigrasi Lapokamata, Kecamatan Lasalimu Selatan, yang menyeret Kadis Pendidikan non aktif, La Renda Cs, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton, beberapa hari lalu.

Setelah menerima pelimpahan berkas tahap satu untuk kedua kalinya itu, Jaksa Pentut Umum (JPU) Kejari Buton langsung melakukan penelitian kembali. Hasinya akan diketahui setelah pemeriksaan selesai dilakukan.

“Berkasnya sekarang sudah ada di meja JPU, dan sementara diteliti kembali,” kata Kasi Intelijen Kejari Buton, Tabrani SH, di ruang kerjanya, Selasa (14/11).

Tabrani menjelaskan, berkas tahap satu pertama setelah diteliti dinyatakan belum lengkap. Masih ada beberapa syarat formil dan materiil belum dicantumkan. Olehnya, pihaknya memberi petunjuk kepada penyidik untuk dilengkapi.

Syarat yang belum dilengkapi penyidik itu, bebernya, berupa fakta dari kasus yang menimpa La Renda. Selain itu, berdasarkan penelitian sebelumnya, berkas La Renda masih digabungkan dengan kegiatan lainnya. Padahal seyogyanya tersangka tidak tersangkut paut pada kegiatan itu.

“Hasil penelitian kami tersangka ini kemungkinan terlibat pada satu kegiatan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, proyek tahun anggaran 2015 itu lebih kurang Rp 1 miliar lebih. Kerugian negara setelah diduga dikorupsi lebih dari Rp 420 juta.

Untuk rincian kegiatan pendagaan air bersih sesuai kontrak sebesar Rp 432.564.000, kerugian negaranya mencapai Rp 192 juta lebih. Sedangkan untuk pembukaan lahan transmigrasi nilai kontraknya Rp 458.701.000, dengan kerugian negara mencapai Rp 231juta lebih. Pada pekerjannya diduga fiktif, anggaran telah cair 100 persen, namun pekerjannya belum maksimal.

Kasus ini menyeret selain La Renda selaku mantan Kadis Transmigrasi, juga menyeret tersangka lainnya yaitu kontraktor pekerjaan, La Atiri, dan Ikhsanudin sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK).

La Renda Cs hingga kini masih diamankan di sel tahanan Polres Buton. Mereka dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah menjadi Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Joncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun penjara. (man)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!