BNNP Sultra Musnahkan 2,065 Kg Jenis Sabu – Buton Pos
Suara Sultra

BNNP Sultra Musnahkan 2,065 Kg Jenis Sabu

MEMUSNAHKAN: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sultra, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Imron Korry sementara memusnahkan Narkotika untuk memutuskan mata rantai Narkoba yang beredar di Sultra.

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, KENDARI- Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra memusnakan sebanyak 2,065 Kg Sabu, dari lima orang tersangka sesuai hasil penangkapan jaringan peredaran gelap Narkotika. Dimana sebagian disisihkan untuk barang bukti Laboratorium, serta barang bukti perkara persidangan, Rabu (6/11).

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sultra, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Imron Korry mengatakan pemusnahan Narkotika pada hari ini sebagai bentuk untuk memutuskan mata rantai Narkoba yang beredar di Sultra.

“Pertama, Optafian alias Oktaf dan Aswar Djamaluddin alias Aas 1. Tersangka 353 gram metampetamin/sabu jenis narkotika gol 1 barang bukti perwakilan bis bintang selamat jalan Pramuka No. 129 TKP Kel. Lamokato, Kec Kolaka, Kabupaten Kolaka. Dimana pada hari Sabtu, tanggal 5/10/ 2019 sekitar pukul 09.33 WITA telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka Optafian alias Oktaf kerena kedapatan membawa dan menguasai Narkotika Gol. I Jenis sabu,” jelasnya.

Setelah dilakukan interogasi yang bersangkutan mengambil barang tersebut atas perintah Aswar Djamaluddin alias Aas. Selanjutnya kedua tersangka dan Barang Bukti (BB) tersebut sudah diamankan petugas BNNP Sultra guna penyidikan lebih lanjut.

“Berdasarkan Surat Ketetapan Kejaksaan Negeri Kolaka BB dimusnahkan Nomor B. 1046/P3.12/Euh. 1/10/2019 tanggal 09 Oktober 2019 menetapkan bahwa barang sitaan dari tersangka seberat 353 gram bruto dan akan di musnahkan seberat 339 gram brutto serta disisihkan seberat 14 gram brutto untuk dijadikan barang bukti laboratorium dan perkara persidangan Pasal I14 ayat (2) Subsidair pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal yang disangkakan pasal 127 ayat (1) huruf A Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” terangnya.

Sambung Imron, tersangka kedua Bambang Rahmadi alias Bapaknya Baim Barang Bukti Narkotika 1017,99 gram methampetamin sabu jenis narkotika golongan satu. Dimana tempat Kejadian Perkara di Jalan Balanak Kelurahan Sadohoa Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, dengan uraian singkat kejadian pada awal bulan September tahun 2019 Bidang Pemberantasan BNNP Sultra menerima informasi dari masyarakat bahwa akan ada bandar narkotika yang beroperasi di kota lama, Kota Kendari yang berinisial BR.

Setelah BNNP melakukan penyelidikan kurang lebih I (satu) bulan, tim mengetahui keberadaan BR Tepatnya pada hari minggu tanggal 13 Oktober 2019 pukul 06.39 WITA Tim BNNP Sultra memasuki rumah tersangka untuk melakukan pemeriksaan dan pengeledahan, sementara sdr BR masih dalam keadaan tidur di dalam kamarnya.

Pada saat pihaknya melakukan pengeledahan jelasnya, di dalam rumah ditemukan 1 (satu) bungkusan plastik bening yang berisi kristal warna putih dengan kode “AAA” diduga narkotika golongan 1 jenis sabu. Selanjutnya BR dan barang bukti diamankan di bawa ke Kantor BNNP Sultra, guna penyidikan dan penyelidikan lebilh lanjut.

“Berdasarkan Surat Ketetapan Kejaksaan Negeri Kendari, Barang Bukti yang di Musnahkan no B-/293/R 3.10/Enz 1/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 menetapkan barang sitaan tersangka Banbang Rahmadi alias Bapaknya Baim seberat 1017,99 gram bruto,akan di musnahkan seberat 1007,00 gram bruto dan disisihkan 10,99 gram untuk pemeriksaan laboratorium. Sedangkan perkara persidangan Pasal yang di sangkakan Pasal 114 ayat (2) subsidair pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, pidana seumur hidup, atau pidana paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun,” tegasnya.

Kemudian ungkap Imron sebagai penyidik, tersangka berikutnya, Muh Firdaus Husain alias Firdan da Ferdimanzah alias Ferdi dengan Barang Bukti Narkotika 756 gram metampetami/sabu jenis narkotika golongan satu 3,82 gram metampetamin/sabu jenis Narkotika Gololongan satu. tersangka ini dengan tempat kejadian Perkara Hotel Zahra (kumar 121 dan 305) ji H Edy Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Dimana uraian singkat kejadian Pada hari Senin tanggal 21 Oktober 2019, Bidang pemberantasan BNNP Sultra menerima informasi dari masyarakat, bahwa ada bandar narkotika dari Padang (Sumatera Barat) menuju Kendari untuk membawa Narkotika jenis sabu dan menurut informasi bahwa bandar narkotika sudah tiba dikendari dan menginap Hotel Zahra atau di Same hotel Kendari.

“Atas informasi tersebut, petugas BNNP Sultra membagi dua tim untuk melakukan penyelidikan di kedua Hotel tersebut. Pada hari selasa tanggal 22 Oktober 2019 sekitar pukul 00.10 Wita petugas BNNP Sultra berhasil melakukan periangkapan lerhadap Sdr MFH alias FD didepan Hotel Zahra. Karena kedapatan memiliki, membawa dan menguasai narkotika jenis sabu dalam bungkusan besar dengan berat bruto 756 gram, pada saat penangkapan MFH alias FD mengaku kalau narkotika jenis sabu tersebut di ambil di Hotel Zahra kamar 121 atas perintah napi dari Rutan Raha berinisial UUN,” ulasnya.

Tidak hanya disitu, kemudian katanya, tim melakukan pengembangan terhadap jaringan dan pada pukul 02 00 Wita dini hari, Tim berhasil menangkap bandar (kurir terbang) di Hotel Zahra kamar 305 dengan inisial FM alias FR bersama 3 (tiga) orang temannya serta dilakukan penggeledahan dalam kamar. Setelah penggeledahan kamar tersebut, ditemukan 1 bungkus plastik bening narkotika jenis shabu dibawah kasur, serta beberapa barang bukti non narkotika lainnya.

“Selanjutnya ke lima tersangka dan Barang Bukti diamankan dan di bawa ke kantor BNNP Sultra untuk penyidikan. Kemudian penyelidikan lebih lanjut sebagian barang bukti yang dimusnahkan Berdasarkan Surat Ketetapan dari Kejaksaan Negeri Kendari Nomor B-1341 / R.3.14 Euh.1 10/ 2019 tanggal 25 Oktober 2019. Dimana Surat Ketetapan tersebut menetapkan bahwa paket Barang Bukti / barang sitaan dari tersangka Muh Firdaus Husain alias Eirdan seberat 756,00 gram brutto, akan dimusnahkan 719.00 gram brutto dan disisihkan 7,00 gram brutto dan Surat Kejaksaan Negeri Kendari No B 1340 /R3.10 Euh 110/ 2019. Serta menetapkan status barang sitaan narkotika dari tersangka Ferdinanzah alias Ferdi seberat 3,82 gram di sisihkan 3,82 gram untuk dijadikan Barang Bukti pemeriksaan Laboratorium dan perkara persidangan,” tandasnya.

Tambahhnya, sedangka Pasal yang disangkakan Pasal 114 ayat (2) Subsidair pasal 112 ayat (2) Undang- Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman Pidana Mati, Pidana penjara seamur hidup, atau pidana penjaran paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun. (m1)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top