Buteng Lepas Status DOB dengan Predikat Baik – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Buteng Lepas Status DOB dengan Predikat Baik

POSE BERSAMA - Bupati Buteng H Samahuddin, bersama Bupati Busel H Arusani dan Bypati Mubar Rajiun Tumada saat menerima penghargaan DOB kategori baik.

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabupaten Buton Tengah (Buteng) bersama dua Daerah Otonom Baru (DOB) lainnya (Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Muna Barat) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi menjadi daerah otonom setelah mendapat penilaian hasil evaluasi perkembangan akhir selama lima tahun dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Ketiga DOB sama-sama mekar 2014 silam. Kabupaten Buton Tengah dan Buton Selatan sama-sama lahir dari induk yang sama, yakni Kabupaten Buton. Sementara Kabupaten Muna Barat dilahirkan dari induk Kabupaten Muna. Hasil penilaian Kemendagri, ketiganya berhasil melepaskan diri dari status DOB dengan predikat baik.

Ada 10 aspek yang menjadi fokus penilaian Kemendagri terhadap tiga daerah bertetangga ini, yakni pembentukan OPD dan pengisian personil didalamnya, pengisian anggota DPRD, kuantitas dan kualitas ASN, pengalihan aset, peralatan dan dokumen, penetapan tapal batas, pengelolaan APBD, Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta penyediaan sarana dan prasarana.

Masing-masing tiga kepala daerah kemudian diundang Kemendagri untuk menerima piagam penghargaan atas capaian akhir evaluasi pengembangan DOB dengan predikat baik itu. Piagam penghargaan diserahkan Direktur Pentaan Daerah Otonomi Khusus dan DPOD, Dirjen Otonomi Daerah, Kemendagri, Drs Andi Bataralifu MSi, di Kantor Kemendagri di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Bupati Buteng H Samahuddin mengaku bersyukur atas resminya Kabupaten Buteng menjadi daerah otonom mandiri yang berdiri sendiri, setelah lima tahun berstatus DOB. “Alhamdulillah kita berhasil menjadi daerah otonom dengan predikat kategori baik dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan selama lima tahun terakhir ini,” ungkapnya dihubungi usai menerima penghargaan.

Capaian ini, kata dia, berkat kerja sama yang baik antara pemerintah, DPRD, dan seluruh masyarakat Kabupaten Buteng. Tanpa kerja sama yang baik tersebut, mustahil penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Buteng dapat terwujud seperti saat ini dan mendapat kategori baik dari Kemendagri.

Menurutnya, sebagai daerah otonom dengan kategori baik tersebut menjadi semangat pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Buteng untuk terus membangun daerah menuju Buteng yang berkah, sehingga bisa sejajar atau melampaui daerah-daerah lainnya yang suda lama menjadi daerah otonom.

“Fondasi pembangunan di Kabupaten Buteng sudah kita letakan dengan baik. Infrastruktur jalan sebagai akses masyarakat menggeliatkan perekonomiannya kita bangun dan perbaiki dengan pengaspalan terbaik, perhatian terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan termasuk SDM didalamnya terus kita tingkatkan, dan pemberdayaan kemasyarakatan juga tidak luput dari perhatian kita, tutur bupati definitif pertama ini.

Dua tahun memimpin dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan, dirinya berhasil mengantarkan Kabupaten Buteng meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut-turut (2017-2018). “Alhamdulillah, semua prestasi itu menjadi poin plus dari Kemendagri sehingga Kabupaten Buteng terlepas dari status DOB menjadi daerah otonom dengan kategori baik,” kunci Samahuddin.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top