Buteng Zona Merah Covid-19, Komisi II DPRD Siap Bagikan Hasil Konsultasi dari Baubau – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Buteng Zona Merah Covid-19, Komisi II DPRD Siap Bagikan Hasil Konsultasi dari Baubau

Ketua Komis II DPRD Kabupaten Buteng: H Hasiri

BUTONPOS.FAJAR.CO,ID, BUTON TENGAH – Pasca Kabupaten Buton Tengah (Buteng) berstatus zona merah corona virus disease 2019 (Covid-19) karena adanya 18 warga yang positif virus corona, Komisi II DPRD Buteng bakal membagikan ilmu penanganan Covid-19 di zona merah yang didapat dari hasil konsultasinya di Kota Baubau belum lama ini.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Buteng, H Hasiri, mengaku apa yang dikhawatirkan pihaknya jika Buteng akan berstatus zona merah saat ada 24 warga Buteng saat itu yang reaktif corona setelah di rapid test. Sehingga pihaknya berinisiatif melakukan konsultasi bagaimana penanganan Covid-19 di Kota Baubau sebagai daerah zona merah.

“Kami melihat Kota Baubau sebagai daerah zona merah berhasil menekan dan menangani Covid-19, sehingga dalam beberapa pekan tidak mengalami penambahan, tetap empat orang positif. Padahal, Kota Baubau merupakan jalur pintu masuk dari beberapa daerah sekitarnya. Ditambah lagi empat pasien positif tersebut mulai mendekati kesembuhan,” ungkap H Hasiri kepada media ini, Senin (18/5/2020).

Maka itu, Komisi II DPRD Buteng akan menyampaikan hasil konsultasi pihaknya dari Kota Baubau tersebut pada rapat kerja dengan eksekutif secepatnya sebagai bentuk dukungan terhadap Pemkab Buteng dalam menangani pandemi Covid-19 jika berstatus zona merah.

Terkait sorotan yang menyayangkan Komisi II DPRD Buteng berkonsultasi ke Kota Baubau sebagai daerah zona merah Covid-19 dan Buteng saat itu berstatus zona hijau, H Hasiri menganggapnya sebagai ketidakpahaman yang tidak mengetahui tujuan Komisi II sebenarnya melakukan konsultasi.

“Saya kira konsultasi Komisi II DPRD Buteng bisa dimana saja, asal sudah memenuhi syarat administrasi dan diterima pihak yang dikonsultasikan serta sudah memenuhi syarat protokol kesehatan dimasa pandemi ini, termasuk konsultasi di Kota Baubau,” tutur H Hasiri.

Menurut pensiunan Polri ini, pihaknya telah menyikapi himbauan Presiden RI, Gubernur Sultra, Bupati Buteng. “Kami telah menyepakati rapat DPRD untuk tidak melakukan perjalanan dinas, baik kunjungan kerja maupun konsultasi diluar Provinsi Sultra dalam masa pandemi Covid-19 ini. Perjalanan dinas hanya dilaksanakan dalam lingkup kabupaten/kota di Sultra, termasuk Kota Baubau,” timpalnya.

Menanggapi penilaian tim gugus Covid-19 Kabupaten Buteng terhadap Komisi II DPTD Buteng bahwa tidak mempunyai data lapangan tentang Covid-19 adalah pernyataan ngawur dan menyesatkan masyarakat. Sebab, DPRD Buteng mempunyai data 160 warga Buteng dirapid test dan hasilnya 24 orang dinyatakan reaktif.

“Ini yang membuat kegelisahan kami di DPRD, sehingga menjadi alasan Komisi II melaksanakan konsultasi di Kota Baubau untuk dijadikan sebagai gambaran sekaligus saran dan masukan kepada Pemkab Buteng tentang penanganan Covid-19 bila mana Buteng terjadi kasus positif dari hasil rapid test sebelumnya,” jelas Hasiri.

Apa yang menjadi kegelisahan DPRD Buteng terbukti dengan penyampaian Bupati Buteng pada rapat paripurna DPRD Buteng, 15 Mei 2020, bahwa Buteng sudah positif Covid-19 sebanyak 15 orang. Satu hari kemudian, ada lagi pernyataan juru bicara penanganan Covid-19 Buteng, dr Karyadi, mengatakan ada lagi tambahan tiga orang sehinga total positif menjadi 18 orang.

Legislator PAN dari Sangia Wambulu ini menilai, konsultasi Komisi II DPRD Buteng di Kota Baubau todak ada hubungannya dengan seakan menyepelekan kinerja tim gugus sebagai garda terdepan. “Bagi kami kinerja tim gugus di lapangan sudah maksimal, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi dikarenakan masih terkesan lamban dalam menangani dan menyiapkan tempat-tempat isolasi yang sesuai dengan protokol kesehatan,” pungkas Hasiri.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top