Dewan Beberkan Derita Nakes Covid-19 Baubau, Insentif Belum Dibayar – Buton Pos
Metro Baubau

Dewan Beberkan Derita Nakes Covid-19 Baubau, Insentif Belum Dibayar

Sitti Suhura

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Dibalik pengabdiannya menangani pasien Covid-19 ternyata Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Baubau memendam penderitaan. Selain harus jauh dari keluarga, mereka juga belum mendapat insentif dari pemerintah.

Jeritan hati para Nakes tersebut dibocorkan Legislator PPP, Sitti Suhura dan Legislator PKS, La Ode Abdul Tamin. Dua anggota DPRD Baubau itu pun berkomitmen untuk mati-matian memperjuangkan hak Nakes Covid-19.

“Saya banyak terima keluhan Nakes, mereka menderita mempertanyakan kapan kami dibayar. Jadi, saya minta kepada Pemerintah Kota Baubau supaya segera bayarkan insentif Nakes ini,” tegas Suhura ditemui di kediamannya, Rabu (20/5) malam.

Menurut dia, para Nakes tersebut tidak pantas dikatung-katung haknya. “Karena mereka ini merupakan garda terdepan yang mempertaruhkan nyawa untuk merawat pasien Covid-19,”

Saat rapat kedua di Badan Musyawarah (Banmus) DPRD beberapa waktu lalu, dirinya dan Tamin paling ngotot menyelesaikan hak Nakes tersebut. Dimana, berdasarkan petunjuk Kementerian Kesehatan, Nakes Covid-19 diberi insentif dengan komposisi yaitu dokter ahli Rp 5 juta, dokter umum Rp 3 juta dan perawat Rp 2 juta.

“Tapi, jawaban pihak Pemerintah Kota Baubau waktu itu bahwa masih menunggu regulasi pusat. Saya sanggah apakah tidak ada solusi lain, kenapa tidak berdasarkan keadaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita. Toh mereka sudah memiliki SK rekomendasi untuk menangani pasien Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Baubau, dr Lukman mengaku, hingga saat ini para Nakes Covid-19 tetap bekerja normal. Belum ada yang menyatakan protes maupun mogok kerja.

“Teman-teman tetap bekerja sesuai jadwal kegiatannya. Hanya yang perlu dipahami bahwa jadwal jaga dibagi dua kelompok,” ungkap dr Lukman dikonfirmasi di Sekretriat Bersama Gugus Tugas Covid-19 Baubau, Selasa (19/5).

Setiap kelompok, kata dia, berjumlah enam sampai tujuh orang Nakes. Mereka berkerja bergantian per dua pekan.

“Mereka juga ini menjalani karantina khusus pada saat selesai merawat (bertemu) pasien. Jadi, mereka tidak langsung bertemu dengan keluarganya. Mereka harus rapid tes dulu, kalau dinyatakan aman, baru bisa ketemu dengan keluarganya,” tandasnya.(exa)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top