Diduga Depresi, Seorang Ibu di Buteng Iris Leher Anak Balita dan Rendam Bayinya Hingga Meninggal – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Diduga Depresi, Seorang Ibu di Buteng Iris Leher Anak Balita dan Rendam Bayinya Hingga Meninggal

DIAMANKAN: Malfia, seorang ibu yang tega menghabisi kedua anaknya saat diamankan pihak keluarga di Desa Doda Bahari

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BUTON TENGAH  – Diduga depresi dan sakit jiwanya kambuh, Malfia (21), warga Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), tega menghilangkan nyawa bayinya dengan merendamnya dalam bak kamar mandi dan mengiris leher anak balitanya yang masih berusia dua tahun.

Kejadian itu langsung menggemparkan warga desa setempat, setelah kakak kandung sang ibu Mardin alias Aco (35) masuk ke dalam rumah dan mengetahui kemenakannya Alfin (2) telah bersimbah darah di leher belakangnya dalam kamar tidur, sekira pukul 17.00 wita, Selasa (25/2/2020).

Kepada media ini, Aco yang ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan, entah apa yang menggerakan hatinya dari Kampung Palabusa menyeberang ke Desa Doda Bahari untuk menjenguk adik dan keluarganya.

Saat tiba di rumah orang tuanya di Desa Doda Bahari, pintu dalam keadaan terkunci. Ia pun berteriak memanggil adiknya Malfia untuk membukakan pintu. Tak lama kemudian pintu dibuka Salfia dan dirinya langsung ke dapur untuk minum karena haus.

Malfia yang tengah berdiri mengayun anak bayinya Aira yang masih berusia empat bulan lebih, ditegur Aco agar tikar yang basah dibawah ayunan untuk dijemur di luar. Aco juga menanyakan keberadaan Alfin dan mengingatkan Malfia untuk disuruh bermain di luar rumah bersama teman-temannya.

Tak ada sahutan dari Malfia, Aco pun memeriksa Alfin kedalam kamar. Saat membuka pintu kamar, ia heran melihat darah di lantai dan tak jauh dari tempat Alfin berbaring ditemukan pisau dapur. Ia pun cepat-cepat memeriksa kemenakannya tersebut dan menemukan luka menganga di belakang leher Alfin.

Aco pun segera membawa Alfin keluar rumah dan memanggil bibinya yang bersebelahan rumah dan tetangganya untuk segera dibawa ke puskesmas. Karena sudah ada tetangga yang membawa Alfin, bibinya pun masuk ke rumah dan mendapatkan Malfia sudah duduk bersimpuh tak jauh dari ayunan Aira.

Melihat tikar dibawah ayunan Aira basah, sang bibi pun memeriksa Aira sang bayi dalam ayunan. Ternyata badan Aira
dan baju yang dikenakannya basah. Kondisinya pun sudah membiru dan tak ada suara. Aco pun coba memberikan bantuan pernapasan ke mulut Aira dan menekan perutnya.

Tak berhasil dengan cara itu, Aco pun menyuruh bibinya membawa Aira ke puskesmas. Sayangnya, saat diperiksa petugas medis nyawa Aira sudah tak tertolong lagi. Sementara Alfin yang kritis segera di rujuk dan dibawa ke RSUD Buteng di Lombe.

Sementara Malfia sendiri diamankan saudara lainnya dan tetangganya ke rumah sebelah. Saat diamankan, Malfia tidak memberikan perlawanan atau bersuara. Ia hanya tertunduk dan memelototi orang yang coba menatapnya. Selebihnya diam seribu bahasa dan tertunduk.

“Saya menduga adik saya Malfia ini telah merendam bayinya dalam bak kamar mandi sewaktu saya datang dan Alfin belum lama diiris belakang lehernya dengan pisau dapur,” tutur Aco.

Aco mengakui, bila adiknya tersebut mengalami gangguan kejiwaan setelah melahirkan Alfin. Penyakitnya tersebut bertambah parah lagi setelah melahirkan Aira. “Mungkin sewaktu sendiri dalam rumah, anaknya menangis dan bayinya rewel. Sehingga dia depresi dan penyakitnya kambuh kemudian tega menghabisi anak-anaknya,” duga Aco.

Saat kejadian, suami Malfia tengah melaut menjaring ikan untuk menafkahi kebutuhan hari-hari keluarganya. Magrib baru pulang. Betapa kagetnya dia melihat banyak orang berkerumun di rumahnya. “Kenapa bukan saya yang mati, kenapa harus anakku,” ucapnya sembari terisak setelah diceritakan kejadian yang menimpa kedua anaknya.

Ia kemudian dihibur dan dibesarkan hatinya oleh para tetangganya dan langsung diantar ke RSUD Buteng untuk melihat kondisi Alfin yang masih punya harapan hidup.

Amatan media ini di TKP, pihak Polsek Sangia Wambulu mengumpulkan keterangan dari para saksi, barang bukti, dan ikut mengamankan Malfia di rumah lainnya. Mereka juga berkoordinasi dengan tenaga medis di Puskesmas Sangia Wambulu untuk memastikan kondisi kejiwaan Malfia.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top