Diimingi Kasus Ditutup, Kades Lawele Dimintai Uang Oleh OTK – Buton Pos
DESA BUTON

Diimingi Kasus Ditutup, Kades Lawele Dimintai Uang Oleh OTK

salah satu foto hasil sms milik otk kepada kepala desa lawele

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Kepala Desa Lawele, Samsudin mengaku resah dengan tindakan orang tak dikenal yang mengaku dari oknum Kejaksaan Negeri Buton yang meminta menyerahkan sejumlah uang dengan iming-iming kasus yang dilaporkan warganya soal raskin tidak ditindaklanjuti pihak kejaksaaan.

Samsudin mengaku, tepatnya Rabu (29/11/17) pukul 2:00 Wita, masuk sebuah SMS yang diketahui bernomor 082399438667 meminta sejumlah uang.

“Hari Rabu sekitar jam 2 ,” katanya kepada butonpos.com di temui di desanya, Rabu (6/12/17).

Lebih lanjut Samsudin mengatakan dirinya di paksa ke kantor kejaksaan dan harus sampai pukul 14:00 Wita dengan membawa uang Rp 20 juta untuk di serahkan. Namun ia katakan tidak mempunyai uang dan tidak akan lari dari permasalahannya.

“Kalau bisa pak sekitar jam 4 ini sudah harus di Kantor Kejari, saya tidak bisa pak saya tidak punya uang saya setor diriku saja. Saya tidak kemana-mana. Apa boleh buat sudah begini anunya kepala desa to,” katanya.

Tak hanya itu, Samsudin menjelaskan, oknum OTK tersebut kembali berujar, bahwa agar lebih memudahkan transaksi, yang mana jarak Desa Lawele dan Kantor Kejaksaan Negeri Buton sangatlah jauh. Maka ia dimintai untuk mentransfer uang tersebut melalui ATM terdekat.

“Sudah dimana pak desa, coba cari bank terdekat,” kata Samsudin.

Samsudin mengatakan insiden semacam ini bukan pertama kalinya ia alami.

“Pernah juga itu hari ada yang telepon minta uang,” katanya.

Di konfirmasi terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Buton, Ardiansyah SH MH dengan tegas membantah ada bawahannya yang meminta uang kepada kepala desa Lawele, Samsudin. Apalagi permintaan uang itu hanya untuk menghentikan kasus raskin yang menjerat kepala desa.

“Itu tidak benar, tidak,” tegasnya.

Ardiansyah menjelaskan bahwasanya hal semacam itu merupakan penipuan.

“Yang itu penipuan,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut Ardiansyah menjelaskan, jika mengalami hal semacam ini, harusnya pelaku dijebak sehingga pelaku dapat diketahui.

“Saya sudah sampaikan kalau ada yang seperti itu tidak usah di ladeni. Bila perlu jebak,” katanya. (Po1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top