Dinkes Busel Target Puskesmas Rawat Inap – Buton Pos
Suara Buton Selatan

Dinkes Busel Target Puskesmas Rawat Inap

Bupati Busel Agus Feisal Hidayat dan Wakilnya H La Ode Arusani berposes bersama dengan para pegawai kesehatan saat meresmikan penggunaan gedung baru Puskesmas Siompu Barat, beberapa waktu lalu

BUTONPOS.COM, BATAUGA – Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan menargetkan seluruh wilayah memiliki kecamatan memiliki puskemas rawat inap. Dan tahun 2018 mendatang beberapa puskesmas akan direnovasi.

Kadis Kesehatan Busel, dr Darwis Makka mengatakan, dari tujuh kecamatan di Busel, total ada 9 unit puskesmas. Dari jumlah ini beberapa diantaranya masih berstatus puskesmas rawat jalan, dan 36 unit fasilitas puskesmas pembantu (Pustu).

Seperti Puskesmas Siompu, Kadatua dan Lapandewa. Kedepan tahun 2018 puskemas ini ditargetkan akan dilakukan renovasi sehingga bisa dinaikan statusnya menjadi rawat inap.

Beberapa waktu lalu, Bupati Agus Feisal Hidayat dan Wakilnya H La Ode Arusani meresmikan puskesmas Siompu Barat. Puskesmas ini gedungnya menjadi baru setelah direnovasi total dengan dana Rp 1,2 miliar dari DAK tahun 2017. Sebelumnya puskemas Siompu ini statusnya rawat jalan, kini menjadi rawat inap.

“Semua gedung puskesmas baru, usianya sudah 30 tahun tidak pernah dilakukan rehabilitasi sejak tahun 1972, sekarang rehab total. Ada penambahan ruangan baru, semua ruangan direhab, semua jadi tetap fasilitas pelayann rawat inap puskesmas plus untuk masyarakat Siompu Barat,” kata Darwis ketika dikonfirmasi.

Kata dia, dari jumlah puskemas yang ada di Busel, gedung puskesmas Siompu Barat merupakan yang terbagus. Puskesmas ini menjadi tipe D puskesmas plus rawat inap.

Untuk tenaga medis kata dia, memang masih terkendala, sebab baru satu dokter. Pihaknya sementara berupaya menambah tenaga dokter sebanyak dua orang yakni dokter umum dan dokter gigi.

“Satu orang dokter umum khusus rawat inap dan satu khusus dokter umum rawat jalan,” katanya.

Selain Siompu Barat, penambahan puskesmas plus juga ada di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa. Puskesmas rawat inap untuk melayani masyarakat empat desa yakni Desa Tira, Bahari I, II dan III. Pembangunanya telah rampung 100 persen dengan menelan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar dari DAK tahun 2017.

Darwis mengaku, pihaknya memaksimalkan menambah fasilitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Busel. Hal ini agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan perawatan medis. Jadi pada prinsipnya, mendekatkan pelayanan kepada warga.

Kata dia, jumlah 9 unit puskemas di tujuh kecamatan ini belum ideal. Pihaknya masih harus menambah lagi sampai tiga unit puskesmas rawat inap.

Lanjut dia, idealnya itu sampai 12 puskemas. Rencananya akan menambah puskemas untuk Batuatas, Kadatua, Sampolawa di Desa Sandan Pangan (Rongi). Untuk puskemas pembantu (Pustu/Polindes) ada 36 unit.

Ia menambahkan, tahun 2018 mendatang pihaknya merencanakan merehab Puskemas Kadatua, Siompu dan Lapandewa dan dinaikan statusnya menjadi puskemas rawat inap.

“Kemudian kita programkan membuat Pustu di perbatasan daerah pinggiran, seperti daerah Rongi. Penguatan daerah pinggiran kabupaten untuk fasilitas kesehatan sehingga masyarakat tidak lagi jauh mendapatkan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Darwis mengakui kendala yang dihadapi adalah masih moratoriumnya perekrutan CPNS baru. Tenaga medis di Busel yang sudah berstatus PNS baru 136 orang. Selebihnya seluruh fasilitas kesehatan mengandalkan tenaga magang. Ironisnya lagi, insentifnya tidak jelas dan masih minim. Pihaknya juga memastikan akan mengutamakan anak daerah yang menjadi tenaga medis. (aga)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!