Disdukcapil Buteng Jemput “Bola” – Buton Pos
Ragam

Disdukcapil Buteng Jemput “Bola”

syamsudin

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Dalam menterjemahkan visi Bupati Buton Tengah (Buteng) Samahuddin yang ingin memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mulai meluncurkan program pelayanan yang membahagiakan rakyat dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Program ini diistilahkan “jemput bola” atau turun langsung ke desa-desa dan kelurahan dengan membuka pelayanan perekaman e-KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran. Untuk memaksimalkan pelayanan, Disdukcapil membagi personilnya menjadi tiga tim. Tim A dan tim B diterjunkan di dua kecamatan berbeda, sedangkan tim C khusus membuka pelayanan di Kantor Disdukcapil di Lombe, Kecamatan Gu.

“Pelayanan membahagiakan rakyat ini kita sudah mulai hari ini. Sasaran pertama di Kecamatan Sangia wambulu pada Desa Tolandona Matanaeo oleh tim A. Tim B akan turun di Kecamatan Talaga Raya pada hari Jumat,” ungkap Kadis Dukcapil Buteng, Syamsuddin kepada wartawan, Rabu (19/7).

Dia menerangkan, pelayanan membahagiakan rakyat dengan jemput bola tersebut ditargetkan pihaknya selama dua bulan untuk melayani 67 desa dan tujuh kelurahan di Kabupaten Buteng. Setiap desa diberikan pelayanan selama satu hari bertempat di kantor desa atau kantor kelurahan masing-masing.

Program jemput bola ini akan dilaksanakan empat kali dalam setahun. Setelah jemput bola pertama akan dilakukan evaluasi, desa dan kelurahan mana yang warganya masih sedikit mengurus perekaman e-KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran. Setelah itu dilakukan jemput bola kedua sampai keempat hingga target 100 persen tercapai.

Syamsuddin menjelaskan, pelayanan jemput bola ini dilakukan untuk memaksimalkan target pencapaian pelayanan e-KTP dan akta kelahiran yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kalau kita mengharapkan perekaman e-KTP, pelayanan kartu keluarga, dan akta kelahiran di kantor Disdukcapil hasilnya tidak maksimal. Mengingat para orang tua yang berusia lanjut dan fakir miskin terkendala dengan biaya datang mengurus,” tuturnya.

Prev1 of 2

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!