Dishub Buteng Ambil Alih Penagihan Retribusi Speed di Pelabuhan Wamengkoli – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Dishub Buteng Ambil Alih Penagihan Retribusi Speed di Pelabuhan Wamengkoli

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BUTON TENGAH – Pasca ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi pelayanan kepelabuhanan yang merupakan perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2016 belum lama ini, Dinas Pehubungan (Dishub) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mulai mengambil alih penagihan retribusi speed di Pelabuhan Wamengkoli yang selama ini ditagih desa setempat. Apalagi Pelabuhan Speed Wamengkoli tersebut sebagian besar dibangun pemerintah daerah.

Proses pengambil alihan penagihan retribusi itu diawali dengan rapat bersama antara Dishub Kabupaten Buteng, Syahbandar, Camat Lakudo, Pemerintah Desa One Waara, dan para pemilik speed dan jarangka di Pelabuhan Wamengkoli, Selasa (4/12/2019).

Sempat berjalan alot, namun akhirnya rapat yang dipimpin langsung Plt Kadis Perhubungan Kabupaten Buteng LM Darmawan Hibali itu menyepakati pengambil alihan penagihan retribusi dari pemerintah desa kepada petugas Dishub Kabupaten Buteng. Selain itu, disepakati pula beberapa peraturan tentang pengelolaan dan pelayanan speed untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Mulai besok (Hari ini, red), penagihan retribusi speed di Pelabuhan Wamengkoli sudah ditagih langsung petugas Dishub Buteng secara profesional. Petugas memberi karcis dan operator speed membayar tagihannya sesuai besaran yang ada dalam karcis sebesar Rp 2.500 per satu kali trip,” ungkap Plt Kadis Perhubungan Kabupaten Buteng LM Darmawan Hibali.

Kesepakatan lainnya yang terbangun, jumlah penumpang dibatasi sampai 13 orang demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Apalagi kedepan ini akan menghadapi musim barat dengan gelombang tinggi. Terkecuali penumpangnya PNS semua, baru bisa sampai 15 orang. Pasalnya PNS membayar murah dari penumpang umum, yakni Rp 10 ribu. Sementara penumpang umum Rp 15 ribu.

Selain itu, kata Darmawan, sepeda motor yang diangkut kedalam speed dibatasi dua unit. Carteran yang sebelumnya dipatok sampai Rp 300 ribu, diturunkan dan dibatasi sampai Rp 150 ribu. Tamu pemerintah daerah dikoordinasikan. Tempat menaikan dan menurunkan penumpang antara speed dan jarangka digabung menjadi satu tempat, tidak lagi berpisah seperti sebelumnya.

“Beberapa aturan yang disepakati dalam rapat tadi untuk menghadapi musim barat atau gelombang tinggi kedepan. Sementara situasi lebaran atau hari besar lainnya akan dirapatkan lagi,” tutup Ketua KNPI Kota Baubau ini.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top