Dua Bulan Memimpin, Rektor UMB Belum Undang Dewan Pendiri – Buton Pos
Metro Baubau

Dua Bulan Memimpin, Rektor UMB Belum Undang Dewan Pendiri

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Wa Ode Alzarliani SP MM, sudah lebih dua bulan memimpin Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) setelah dilantik 10 Januari 2019 lalu. Namun, sejauh ini belum ada upaya mengundang para pendiri kampus yang eksis sejak tahun 2000 itu.

Hal tersebut diakui salah seorang pendiri sekaligus rektor kedua UMB, Dr H Syarifuddin Bone. Menurutnya rektor sudah disampaikan beberapa kali untuk memperhatikan badan pendiri. Namun kenyataannya sang rektor justru malah menambah tenaga baru yang tidak diketahui apa andilnya terhadap UMB.

Syarifuddin Bone mengungkapkan, rektor UMB harus dapat menetralisasikan situasi yang belum kondusif sesuai peraturan perundang-undangan dan perserikatan yang ditetapkan dalam Statuta Muhammadiyah Buton. Selain itu tidak melupakan badan pendiri UMB sebagai salah satu poin yang ditandatangani dalam fakta integritas.

Karena, kata Syarifuddin, badan pendiri merupakan pihak yang sangat berjasa dalam mengawali kiprah UMB. Dan itu, menurutnya telah disepakati Pimpina Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Buton.

“Salah satu keputusannya bahwa anak-anak badan pendiri itu disamakan dengan orang lain untuk diterima di UMB, jika memenuhi persyaratan dan mau bekerja atau berhikmat di UMB
. Dimana badan pendiri adalah tokoh tokoh Muhammadiyah yang sangat berjada saat mendirikan UMB pada tahun 2000,” katanya.

Ia akui, saat memperjuangkan UMB membutuhkan banyak pengorbanan, tenaga, waktu, dan pikiran secara kekeluargaan.

“Sekali lagi saya berharap rektor untuk konsen sebagai seorang ibu untuk merangkul semua orang yang berjasa punya andil dan telah berhikmat selama berdirinya UMB. Seratus hari orang akan melihat apa yang dikerjakan pemimpin baru UMB dan belum mengundang kita sebagai badan pendiri,” tambahnya.

Ia menyebutkan, kepemimpinan rektor pertama di UMB berlangsung selama delapan tahun, rektor kedua selama enam tahun, rektor ketiga empat tahun, dan Wa Ode Alzarliani adalah rektor ke empat.

Syarifuddin Bone belum bisa memastikan hingga kapan Wa Ode Azarliani memimpin UMB. Menurutnya ukurannya pakta intergritas. Bila Wa Ode Azarliani tidak mampu merangkul orang yang pernah kecewa atau bahkan dikecewakan, berarti dinilai tidak mampu menciptakan awal suasana kondusif UMB selanjutnya.

“Bisa saja kita berandai dengan dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama jika dia bisa merangkul semua orang yang telah berjasa pada UMB maka bisa saja dia menjabat sebagai rektor lebih lama. Tapi kalau terjadi sebaliknya, bisa saja dia yang lebih tercepat dari rektor rektor sebelumnya,” tukasnya.

“Saya harapkan beliau dengan sifat keibuannya bisa merespon dan merealisasi apa yang sudah diakui dan ditandatangani pada fakta integritas,” tutupnya. (m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top