Dua Dosen UHO Incar Posisi Rektor USN Kolaka – Buton Pos
Suara Sultra

Dua Dosen UHO Incar Posisi Rektor USN Kolaka

KAMPUS USN KOLAKA

BUTONPOS.COM, KOLAKA – Panitia pemilihan rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka telah menerima 4 nama yang akan mengikuti tahapan pemilihan rektor USN periode 2018-2022.

Empat nama bakal calon yang telah resmi mendaftarkan diri tersebut yakni Dr Azhari SSTP MSi, Prof Dr Ruslin Hadanu MSi, Dr Ir La Ode Baa MP, dan Dr Djafar Mey SP MSi.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor USN Kolaka, Yahyanto mengungkapkan bahwa empat nama yang telah terdaftar sebagai bakal calon, saat ini tengah mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan dan psikologi di Kendari.

Dikatakan Yahyanto, berdasarkan jadwal dan tahapan pemilihan yang telah disusun oleh panitia, masa pendaftaran, pemeriksaan kesehatan/psikologi, dan kelengkapan administrasi (pemberkasan) lainnya akan berakhir pada 9 Februari mendatang.

Tahap selanjutnya, pada tanggal 2 Maret 2018 senat perguruan tinggi akan menetapkan tiga nama calon yang akan disampaikan kepada Kemenristekdikti untuk penelusuran track record, sebelum dinyatakan layak mengikuti pemilihan pada 9 April mendatang.

Lebih jauh Yahyanto mengungkapkan, dari empat nama bakal calon yang telah mendaftarkan diri mengikuti pemilihan, dua di antaranya berasal dari Universitas Haluoleo (UHO). Mereka adalah Dr Ir La Ode Baa MP, dan Dr Djafar Mey SP MSi.

Sementara dua lainnya yakni Dr Azhari dan Prof Ruslin Hadanu adalah “orang dalam” USN Kolaka yang saat ini masing-masing masih menjabat rektor dan wakil rektor I.

Pemilihan rektor USN Kolaka untuk periode 2018-2022 adalah kali pertama digelar sejak kampus “merah maron” Kolaka resmi berstatus negeri pada tahun 2014 lalu.

Berdasarkan ketentuan, rektor atau direktur PTN nantinya akan dipilih oleh senat selaku pemegang 65 persen suara, dan Menristek Dikti (wakil pemerintah) selaku pemilik 35 persen suara.

Nantinya setiap tahapan pemilihan rektor atau direktur PTN akan diawasi langsung oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ketentuan tersebut tertuang dalam pasal 5 ayat (2) Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian.

Selain diawasi oleh KSAN, para bakal calon rektor atau direktur PTN akan diwajibkan membuat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) untuk diserahkan kepada Komisi Pemberatasan Korupsi.

Terkait tahapan dan mekanisme pemilihan, nantinya penyampaian visi dan misi serta program kerja calon rektor akan disaksikan oleh Menristekdikti atau yang mewakili. (p12)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top