Dua Hakim PN Jaksel Diduga Terima Rp 650 Juta untuk Amankan Kasus Ini – Buton Pos
Hukum

Dua Hakim PN Jaksel Diduga Terima Rp 650 Juta untuk Amankan Kasus Ini

BUTONPOS.COM, JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Jakarta pada Selasa malam (27/11) berujung pada penetapan tersangka terhadap dua pihak yang merupakan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, kedua hakim yakni Widodo dan Irwan diduga pernah menerima uang senilai Rp 150 juta dan SGD 47 ribu atau setara Rp 500 juta. Keduanya diminta mengamankan sebuah kasus perdata oleh pihak swasta.

“Diduga sebelumnya majelis hakim telah menerima uang Rp 150 juta dari AF melalui MR untuk mempengaruhi putusan sela agar tidak diputus NO yang dibacakan pada bulan Agustus 2018 dan disepakati akan menerima lagi sebesar Rp 500 juta untuk putusan akhir,” ungkap Alex dalam konfrensi persnya, di gedung merah putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).

Alex menjelaskan AF adalah Arif Fitrawan, pengacara pihak penggugat. Sedangkan MR adalah Muhammad Ramadhan, panitera pengganti PN Jakarta Timur, yang diduga jadi perantara pemberian uang suap ini.

“Gugatan perdata pembatalan perjanjian akuisisi PT CLM oleh PT AMPR disidangkan di PN Jaksel. Selama proses persidangan, diindikasikan pihak penggugat melakukan komunikasi dengan MR sebagai perantara untuk majelis hakim yang menangani perkara di PN Jaksel,” jelas Alex.

Kemudian, sebut Alex pada prosesnya dengan maksud mengamankan perkara maka pengacara Arif Fitrawan menerima uang senilai Rp 500 juta dari Martin P Silitonga (MPS), orang yang disebut KPK sebagai sumber dana.

“Arif Fitrawan kemudian menukar uang Rp 500 juta tersebut ke dalam mata uang SGD sebesar SGD 47 ribu,” imbuhnya.

“Arif Fitrawan menitipkan kepada Muhammad Ramadhan agar uang tersebut untuk diserahkan kepada majelis hakim pada (27/11),” tambahnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang tersangka dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang gelar di Jakarta. Kelima tersangka ini terdiri dari dua hakim, satu orang panitera pengganti, satu orang pengacara dan satu orang dari pihak swasta. (ipp/JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top