Dua Pembalak Jati Sampolawa Ditetapkan DPO  – Butonpos
Hukum

Dua Pembalak Jati Sampolawa Ditetapkan DPO 

salah kayu jati sampolawa yang diamankan

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Satuan Reskrim Polres Buton menetapkan dua tersangka pelaku pembalakan liar kayu jati di Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan (Busel) sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kedua buronan polisi itu merupakan warga Kota Baubau bernama Suhendra dan Hasanuddin.

“Satu orang namanya DPO itu sama dengan saya (Hasanuddin). Kita tetapkan DPO satu minggu sebelum lebaran,” kata Kasat Reskrim Polres Buton, Iptu  Hasanuddin SH MH, sedikit bercanda ketika ditemui di halaman Kantor Polres Buton, Kamis (6/7).

Dijelaskan, kendati sama-sama melakukan pembalakan liar, namun  Suhendra dan Hasanuddin terpisah kasusnya karena dua laporan polisi (LP). Hasanuddin merupakan kaki tangan tersangka Dayat yang kini kasusnya sudah tahap satu di Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton, sedangkan Suhendra merupakan penada jati ilegal.

“Hasanuddin ini orangnya Dayat yang bertugas sebagai pebang kayu, makanya  kasusnya kita satukan. Kalau Suhendra, dia adalah penada kayu seperti Dayat. Jadi Suhendra dan Dayat sama-sama penada kayu tapi berbeda tempat,” terangnya.

Dia mengungkapkan, informasi keberadaan kedua DPO saat ini sudah dikantongi. Pihaknya juga sudah mengutus beberapa orang anggota untuk melakukan perburuan.

“Informasinya katanya mereka di Makassar. Saya sudah sudah mengutus anggota untuk mengejar mereka,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah melakukan lacak balak atas ratusan batang jati Sampolawa, Sat Reskrim Polres Buton akhirnya menetapkan dua orang tersangka. Kedua tersangka merupakan warga Kota Baubau atas nama Dayat dan Suhendra.

Terhadap tersangka Dayat kini telah  diamankan di sel tahanan Polres Buton, Senin (12/6). Sementara tersangka  Suhendra diduga melarikan diri karena keberadaannya tidak lagi diketahui.

“Suhendra itu sudah dua kali dilakukan pemanggilan tapi dia tidak ada. Dia lari, tidak ada dia di wilayah Baubau.  Jadi kemungkinan dalam waktu dekat ini kita keluarkan DPO (Daftar Pencarian Orang),” kata Kasat Reskrim Polres Buton, Iptu Hasanuddin SH MH, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/6).

Mantan penyidik senior Polda Sultra itu menjelaskan, hasil dari lacak balak bersama Dinas Kehutanan Sultra terungkap bahwa ratusan batang jati yang disita dari Dayat dan Suhendra asalnya dari kawasan hutan produksi Sampolawa. Akibatnya, kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Hasan sapaan akrab Hasanuddin menegaskan, sekarang ini sudah tidak ada lagi wilayah hutan yang berstatus Area Penggunaan Lain (APL) di Sampolawa. Begitu juga dengan izin pengelolaan kayu di sana, saat ini sudah tidak bisa diteruskan karena kayunya sudah habis.

“Perlu diketahui, pada saat sekarang ini sudah tidak ada APL. Begitu juga izin yang di sana sudah habis kayunya,” tegas Hasan. (man)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top