Empati Korban Kerusuhan Buteng, Sejumlah Pihak Mulai Salurkan Bantuan dan Galang Dana – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Empati Korban Kerusuhan Buteng, Sejumlah Pihak Mulai Salurkan Bantuan dan Galang Dana

LEPAS BANTUAN - Sekda Buteng H Kostantinus Bukide, melepas bantuan logistik dan kesehatan untuk korban kerusuhan di Wadiabero.

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, LABUNGKARI – Sehari pasca menjadi korban kerusuhan, masyarakat Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), mulai menerima bantuan tanggap darurat (sementara) dari Pemerintah Kabupaten Buteng dan dari sejumlah pihak lainnya berupa pakaian dan sembilan bahan pokok (sembako).

Bantuan tanggap daruat dari Pemkab Buteng berupa logistik dari Dinas Sosial (Dinsos), dan bantuan obat-obatan serta tenaga medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Bantuan Pemkab Buteng tersebut dilepas Sekda H Kostantinus Bukide di halaman kantor bupati, Jumat (29/11/2019).

Tak hanya Pemkab Buteng saja, empati juga datang dari Kerukuan Keluarga Wadiabero di Kota Baubau, dan desa-desa sekitar seperti rumpun Baruta di Kecamatan Sangia Wambulu dan beberapa desa lainnya seperti Desa Kolowa, Rahia, dan Wakeakea di Kecamatan Gu. Bantuan pribadi juga datang dari beberapa tokoh masyarakat dan anggota DPRD.

Kemungkinan bantuan seperti ini maupun bantuan materil akan terus mengalir kepada korban kerusuhan di Desa Wadiabero. Pasalnya, sementara ini lembaga-lembaga kepemudaan, kemasyarakatan, maupun kemahasiswaan di beberapa perguruan tinggi di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih melakukan penggalangan dana di beberapa titik keramaian.

Sekretaris Desa (Sekdes) Wadiabero, Imran, mengaku sejak Jumat (29/11) pagi, pihaknya mulai mendapatkan bantuan dari desa-desa sekitar maupun kerukunan keluarga di Kota Baubau, serta bantuan pribadi lainnya. “Bantuan yang masuk baru berupa pakaian dan sembako. Ada juga logistik lainnya dan obat-obatan serta tenaga kesehatan dari Pemkab Buteng. Kalau dalam bentuk uang atau materi belum ada,” tuturnya.

Ditanya, berapa kerugian materi akibat dari kerusuhan yang terjadi di desanya tersebut? Imran mengaku belum merampungkan karena masih terus menerima laporan yang masuk. Ada beberapa warga yang melapor tidak sempat mengambil uangnya saat rumahnya dibakar sekelompok massa dari Desa Tolandona.

“Ada korban yang datang melapor Rp 5 juta, Rp 10 juta, dan Rp 14 juta lebih. Belum lagi surat-surat berharga lainnya dan ijazah. Belum semua yang datang melapor, karena rata-rata mereka keluar menyelamatkan diri hanya pakaian di badan saja,” bebernya.

Imran kemudian meralat informasi yang sebelumnya dilaporkan sementara sebanyak 25 rumah. Setelah pihaknya bersama aparat keamanan melakukan pendataan secara terperinci dan mendetail, ternyata lebih dari itu.

Ia merincikan, rumah yang terbakar rusak berat atau rata dengan tanah beserta isinya sebanyak 29 buah dengan korban 127 jiwa dan rusak sedang atau ringan 28 buah dengan korban 174 jiwa. Jumlah pengungsi 64 KK sebanyak 285 jiwa.

Kerusakan lainnya yang ditimbulkan antara lain, usaha bengkel dua unit hancur total, Toko usaha satu unit, kios 11 unit, sepeda motor 13 unit, perahu katinting beserta mesinnya dua unit, perahu nelayan yang baru diterima dari dana desa dua unit, rumput laut yang siap jual empat karung, dan kerusakan tali rumput laut yang belum dihitung panjangnya.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top