Gakkumdu Menyerah, Dua DPO Tersangka Money Politics Dinyatakan Kedaluarsa – Buton Pos
Pilwali Baubau

Gakkumdu Menyerah, Dua DPO Tersangka Money Politics Dinyatakan Kedaluarsa

ILUSTRASI

BUTONPOS.COM BAUBAU – Dua tersangka kasus money politics, Wa Ode Nurtina dan Rosfiani berhasil lolos dari jeratan hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau tak bisa lagi menuntut kedua peluncur pasangan calon (Paslon) wali kota yang bagi-bagi uang saat Pilwali itu.

Tim Jaksa yang tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilwali Baubau sudah kehabisan waktu untuk melanjutkan perkara ini ke pengadilan. Proses hukum yang tersangkanya dinyatakan buron oleh penyidik itu dianggap sudah kedaluarsa.

“Terhadap kedua berkas perkara money politics kami sudah nyatakan melewati tenggang waktu yang telah ditentukan Undang-Undang nomor 10 tahun 2016,” jelas Kasi Pidum Kejari Baubau, Awaluddin Muhammad dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (3/8).

Dia menguraikan, untuk tersangka Nurtina sudah kedaluarsa sejak tahap penyidikan. Penyidik tak penuhi petunjuk jaksa. Sedangkan, tersangka Rosfiani expair pada tahap pra penuntutan. Rosfiani dan barang buktinya tidak diserahkan ke pihaknya sampai batas waktu.

“Penyidikan kasus ini dimulai sejak 2 Juli 2018 lalu. Mulai hari ke 20 sejak penyidikan itu kami sudah berhitung lima hari kemudian sudah harus dilimpahkan ke pengadilan. Sekarang sudah hari ke sembilan, penyidik belum juga limpahkan ke kami,” ulasnya.

Dia mengakui, sebenarnya berkas perkara Rosfiani sudah dinyatakan P21 atau lengkap. Direncanakan, tersangka dan barang bukti diserahkan ke pihaknya Jum’at (24/7) lalu. Namun, penyerahan itu tak kunjung dilakukan penyidik. Padahal, pihaknya sudah menjadwalkan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Senin (30/7).

“Untuk tersangka Rosfiani ini, sedianya sudah tahap II minggu lalu. Tapi ternyata sampai sekarang belum ada penyerahan tersangka dan barang bukti. Otomatis daluarsa. Kalau tersangka Nurtina itu memang sampai limit waktu penyidikan tidak bisa dilengkapi,” tandasnya.

Awaluddin menambahkan, nasib dua kasus dugaan bagi-bagi duit itu juga sudah dituangkan dalam rapat internal Sentra Gakkumdu. “Intinya kami sampaikan tidak bisa ditingkatkan ke tahap penuntutan,” pungkasnya.(exa)

Deskripsi kasus:
– Laporan Polisi nomor: LP/100/VII/2018/Sultra/Res Baubau, tanggal 01 Juli 2018
* Tersangka: Wa Ode Nurtina alias Dina
* Pekerjaan: Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Kaobula Kecamatan Batupoaro
* Sangkaan: mengajak pemilih untuk memilih AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse dengan cara membagikan uang Rp 400 ribu
* Barang bukti: Uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak empat lembar

– Laporan Polisi nomor: LP/101/VII/2018/Sultra/Res Baubau, tanggal 01 Juli 2018.
* Tersangka: Rosfiani alias Wa Ade
* Posisi: Anggota KPPS TPS 06 Kelurahan Lanto Kecamatan Batupoaro
* Sangkaan: mengajak pemilih untuk memilih HYF-Ahmad dengan cara membangikan uang sebesar Rp 200 ribu
* Barang bukti: Uang pecahan Rp 50 ribu sebanyak empat lembar

Runutan proses hukum:
* Senin 2 Juli 2018, penyidikan dimulai
* Senin 16 Juli 2018, tahap I (pelimpahan berkas perkara dari penyidik ke Jaksa untuk diteliti)
* Kamis 19 Juli 2018, penyampaian hasil penelitian berkas perkara (Rosfiani P21, Nurtina dikembalikan ke penyidik untuk lengkapi)
* Jumat 24 Juli, rencana penyerahan Rosfiani beserta barang bukti, namun batal dilaksanakan

Limit waktu per tahapan:
* Penyidikan Polisi, 14 hari
* Penelitian berkas perkara oleh Jaksa, 3 hari (tambah 3 hari jika belum lengkap)
* Pelimpahan ke Pengadilan, 5 hari sejak tahap II
* Persidangan oleh Hakim, 7 hari.

Sumber: Olah Data Buton Pos

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top