Hamdan Zoelva: Hasil PSU, Pak Umar Memang Peroleh Suara Terbanyak – Butonpos
Suara Buton

Hamdan Zoelva: Hasil PSU, Pak Umar Memang Peroleh Suara Terbanyak

hamdan zoelva

BUTONPOS.COM, JAKARTA – Sidang lanjutan Bupati Buton non aktif Samsu Umar Abdul Samiun kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (19/6). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan para saksi, yakni, Hamdan Zoelva (mantan Hakim MK), Saiful Anwar (panitera pengganti MK), Kasianur Sidauruk (panitera MK) dan Ina Zuchriyah (panitera pengganti MK). Berdasarkan jadwal, seharusnya Akil Mochtar (mantan Ketua MK) juga hadir memberikan kesaksian, namun Akil tidak hadir dengan alasan kesehatan terganggu.

Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki Widodo mengawali persidangan dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada Hamdan Zoelva mengenai prosedur pengambilan dalam proses persidangan di MK. Dalam penjelasannya, Hamdan menegaskan bahwa memang dalam pengambilan keputusan tidak ada masalah. Semua pihak sudah diambil keterangan mengenai sengketa pilkada Kabupaten Buton.

“Memang ada beberapa pelanggaran saat Pilkada. Olehnya itu MK dalam rapat permusyawaratan hakim memutuskan untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU). Karena kalau sudah memutuskan untuk melakukan verifikasi maka konsekwensinya adalah PSU,” kata Hamdan Zoelva dalam penjelasannya.

Lebih lanjut, setelah memutuskan untuk melakukan PSU, maka KPUD wajib melaksanakan PSU putusan MK sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan oleh MK. Hasil PSU itu kemudian dilaporkan kembali kepada MK apakah masih ada pelanggaran atau tidak.

“Dari hasil laporan KPUD, Pak Umar Memang memperoleh suara terbanyak. Dan berdasarkan laporan KPUD tidak menemukan pelanggaran dalam PSU,” sambungnya.

Namun, kata Hamdan dalam proses persidangan Hakim MK tidak memutuskan siapa sebagai pemenang. Tetapi yang diputuskan adalah siapa yang memperoleh suara terbanyak dalam PSU itu. “Tapi MK tidak menetapkan siapa pemenang, cuma menetapkan siapa yang memperoleh suara terbanyak. Perolehan suara terbanyak Pak Umar saat itu,” tambahnya.

Dijelaskan, sebelum menggelar sidang putusan, sebelumnya para hakim panel melaporkan hasil sidang dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH) dihadapan sembilan hakim MK yang digelar secara tertutup. Hasil pengambilan keputusan dalam RPH itu kemudian dibawa dalam sidang pengambilan keputusan yang digelar dalam sidang terbuka.

“Dalam laporan dalam RPH masing-masing hakim panel membacakan hasil sidang. Setelah mendengarkan maka diambil keputusan. Dalam keputusannya menetapkan Pak Umar sebagai peraih suara terbanyak,” tukasnya. (Hrm/Fajar)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top