Harga Komoditas Sayuran Meroket – Butonpos
Ekobis

Harga Komoditas Sayuran Meroket

cabai

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Dampak akibat cuaca ekstrim yang melanda sejumlah daerah penghasil sayur, mengakibatkan harga komoditas sayur-sayuran di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan harga hingga di atas 100 persen. Seperti yang terjadi di Pasar Karya Nugraha dan pasar Wameo Kota Baubau, Selasa (18/7/2017).

Hal ini dikeluhkan oleh masyarakat dan pedagang Kota Baubau, sejumlah sayur-mayur yang mengalami kenaikan di atas 50 sampai 100 persen dari harga sebelumnya, dikarenakan stok yang berkurang diantaranya terong, cabe rawit, bayam, wortel dan tomat.

Salah seorang penjual sayur mayur di Pasar Karya Nugraha, yang akrab di sapa Mama Ida mengatakan, harga sejumlah sayuran di lapak jualannya naik cukup signifikan. Diantaranya terong, naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu per ikatnya, cabe rawit dari Rp 40 ribu menjadi Rp70 ribu per kg, bayam dari Rp 5 ribu menjadi Rp 8 ribu per ikat, wortel dari Rp 20 ribu menjadi Rp 28 ribu per kg. Sedangkan tomat dari harga Rp 18 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg.

“Sayur mayur dari semenjak puasa hingga saat ini belum mengalami penurunan malah terus meningkat, dikeluhkan para pembeli,” ujar Ida.

Ida melanjutkan, kenaikan harga ini disebabkan cuaca yang tidak menentu serta musim hujan di daerah pemasok.

“Bukan hanya karena stoknya sedikit hingga harganya naik. Tapi juga karena cuaca yang tidak menentu sehingga ongkos yang digunakan lebih banyak lagi dalam mendatangkan sayur mayur. Hal ini membuat pembeli sepi, mengingat daya beli masyarakat yang semakin menurun. Stok sayuran ini kami dapatkan dari luar Baubau, meskipun juga ada yang dari Baubau,” jelas Ida.

Selain harganya yang mahal, lanjut Ida, kualitas sayuran juga jelek. Salah satunya tomat. Tomat-tomat ukurannya lebih kecil dan mudah busuk lantaran hasil produksi yang kurang berhasil akibat cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini. Cuaca yang berubah-ubah membuat kualitas tomat kurang baik dan minim.

Sementara itu, salah seorang pedagang sayur lainnya di Pasar Wameo, Man (55), mengeluhkan kondisi ini. Sebab, kenaikan tersebut membuat omzetnya menurun 40 persen setiap harinya.

“Karena pembeli menurun, jadi banyak dagangan yang sisa. Sementara, kondisi sayuran tidak bisa bertahan lama,” keluhnya. (po3)

BERITA POPULER

Enter ad code here
Enter ad code here
-DPRD-BAUBAU-HUT-RI-280x300.jpg" alt="" width="280" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-212078" />

Copyright © 2016 Butonpos

To Top