Hasimin: Capaian WDP Kerja Tim – Butonpos
Ragam

Hasimin: Capaian WDP Kerja Tim

samahudin terima penghargaan wdp

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Capaian Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) atas pengelolaan APBD 2016, dianggap sebagai prestasi bagi sebuah Daerah Otonom Baru (DOB).

Menurut Sekretaris Kabupaten (Sekab) Buteng La Ode Hasimin yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), capaian tersebut merupakan hasil dari kerja tim di lingkup Pemkab Buteng. “Saya kira capaian ini merupakan hasil kerja tim dalam mengelola keuangan dan aset daerah. Mudah-mudahan kedepan lebih mengarah lagi pada pencapaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkapnya ditemui rekan media di ruang kerjanya, Rabu (19/7).

Hasimin menjelaskan, predikat WDP berarti masih ada hal-hal yang harus diperbaiki dan dilaksanakan secara maksimal untuk tahun berikutnya. Utamanya masalah aset yang menjadi titik berat, sehingga Buteng masih meraih predikat WDP untuk tahun keduanya sebagai kabupaten baru.

“Sebagai daerah baru, kita tetap patut berbangga atas pencapaian WDP ini sebagai awal yang baik. Mudah-mudahan ini menjadi suplemen semangat bagi bupati dan wakil bupati kita yang baru untuk memulai dan mengelola pemerintah di Kabupaten Buteng. Alhamdulillah, dengan semangat itu pak bupati langsung menerima sendiri predikat WDP dari BPK provinsi di Kendari,” tuturnya.

Khusus penanganan aset kedepan, kata dia, BPK sendiri sudah memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk menjadi acuan agar bisa meraih WTP pada tahun mendatang. Meskipun tidak mungkin dilaksanakan seketika dalam hal penanganannya, tapi setidaknya ada kemajuan yang bisa dilakukan Pemkab Buteng.

Maka itu, pada APBD 2018 nanti pihaknya akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan pengelolaan aset ini. “Aset-aset di buteng ini merupakan warisan dari kabupaten induk. Mulai dari kantor, tanah, hingga personil ASN. Banyak yang diserahkan, tapi kita belum pastikan mana obyeknya, mana sertifikat tanahnya, dan lain-lain untuk kita telusuri keberadaannya,” bebernya.

Prev1 of 2

BERITA POPULER

To Top