HYF dan IBM Tolak Hasil Pilwali Baubau  – Buton Pos
Pilwali Baubau

HYF dan IBM Tolak Hasil Pilwali Baubau 

BUKA KOTAK: PPK Kecamatan Wolio membuka kotak suara disaksikan oleh Saksi Paslon dan Panwaslu KOta Baubau di depan kantor KPU.

-Tampil Manis Menang 23.573 Suara

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Pasangan Calon (Paslon) Haji Yusran Fahim (HYF-Ahmad) dan Ibrahim Marsela (IBM)-Ilyas menyatakan menolak hasil Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Baubau 2018. Kontestan nomor urut 4 dan 5 ini merasa proses pesta demokrasi kali ini sarat terjadi kecurangan.

Pilwali kali ini, Paslon nomor urut 2, AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse ungguli empat kompetitornya. Kandidat dengan tagline Tampil Manis ini sukses mendulang 23.573 suara atau sekitar 31,1 persen berdasarkan rekapitulasi perolehan suara tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Baubau, Kamis (5/7).

Ketua tim hukum HYF-Ahmad, La Nuhi SH MH menegaskan, salah satu bentuk penolakan hasil Pilwali adalah dengan tidak menandatangani hasil pleno rekapitulasi suara tingkat KPU Baubau.

“Kita menganggap banyak temuan dan kejanggalan. Besar kemungkinan kami tidak akan menandatangani berita acara pleno, tapi kita minta pendapat dulu ke Paslon,” ujar La Nuhi yang menjadi saksi HYF-Ahmad pleno tingkat KPU Baubau.

Dia menuturkan, pihaknya berencana menempuh jalur gugatan hasil Pilwali ini ke Mahkamah Konsitusi (MK). Kendati pun selisih suara sekitar 4 persen dengan Tampil Manis, namun pihaknya optimis permohonan disidangkan.

“Saya sudah ikut Bimtek di MK, itu dikatakan tidak semata-mata terpaku pada persentase. Oleh karenanya, tetap kami maju ke MK apapun hasilnya. Tapi lagi-lagi kembali ke Paslon (HYF-Ahmad),” tandasnya.

Di tempat yang sama, saksi pleno IBM-Ilyas, Jufri membeberkan, salah satu fakta yang tidak dapat dipungkiri terjadi pelanggaran, yaitu lahirnya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa TPS. “Adanya penyelenggara paling bawah banyak tidak memahami rambu-rambu. Sehingga terjadi PSU,” ulas Jufri.

Dia mengakui, suara terbanyak di Pilwali adalah Tampil Manis. Dan itu, kata dia memang realita yang tidak terbantahkan. Akan tetapi, persoalannya cara memperoleh suara terindikasi tidak sesuai mekanisme.

“Oleh karena itu, saya keberatan dan tidak menerima rekapitulasi suara delapan kecamatan. Semua kecamatan itu sarat dengan jual beli suara yang mempengaruhi pemilih. Sehingga mencoblos Paslon tertentu,” tukasnya.

Ia pun siap membuktikan dan mempertanggungjawabkan semua laporannya di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Baubau dan Bawaslu Sultra terkait indikasi praktek politik uang oleh Paslon tertentu.

“Barang bukti cukup jelas kok, uang Rp 100 ribu-Rp 200 ribu, beras 5 kilo, gula 1 kilo, minyak goreng 1 kilo, kopi. Penerima termasuk pemberi juga saya bisa buktikan ada orangnya. Bahkan Sudah ada salah satu pemberi telah lari,” imbuhnya.

Menurut dia, melihat selisih suara, peluang untuk menggugat ke MK nyaris mustahil penuhi syarat. “Satu-satunya ruang bagi kami adalah Bawaslu Baubau dan Bawaslu Provinsi tentang pelanggaran administrasi yang berujung pada diskualifikasi Paslon,” tambahnya.

Sementara itu, saksi pleno Tampil Manis, Budi Amin meminta pihak yang keberatan dan melihat ada money politics untuk membuktikan money politics itu sesuai prosedur. Pihaknya pun sudah siap menghadapi tudingan money politics yang dialamatkan ke pihaknya.

“Saya kira apapun yang disampaikan harus dibuktikan. Tidak serta merta keberatan atau tuduhan itu kita terima begitu saja,” tegas Budi.

Dia juga menghormati Paslon yang tidak ingin menandatangani hasil rekapitulasi suara tingkat KPU Baubau. Menurutnya, itu hak Paslon untuk meneken ataupun tidak meneken.

“Itu jelas diatur dalam pasal 30 PKPU nomor 9/2018. Kalau misalnya ada saksi salah satu Paslon yang tidak menandatangani salinan berita acara, itu tidak masalah. Sepanjang itu hadiri proses pleno, itu dianggap sah,” tukasnya.

Terpisah, ketua komisioner KPU Edi Sabara, mempersilahkan semua saksi untuk menolak hasil rapat pleno. Namun pihaknya tetap mempertahankan hasil rekapitulasi yang ada.

“Siapa saja bisa menolak dan menerima hasil keputusan KPU, tapi SK kami sudah bulat. Jadi silahkan kalau mau menggugat ada rananya,” pungkasnya. (exa/p1)

* Hasil rekapitulasi perolehan suara Paslon Pilwali tingkat KPU Baubau:

1. RossY= 18.367
2. Tampil Manis= 23.573
3. Mama Ikhlas= 4.503
4. HYF-Ahmad= 19.959
5. IBM-Ilyas= 9.371
* Tidak sah 1.257

Indikasi kecurangan versi HYF-Ahmad:
*Adanya pemilih ganda
*Misteri munculnya pemilih pindahan
*Membludaknya pemilih menggunakan Surat Keterangan (Suket)

Indikasi kecurangan versi IBM-Ilyas:
*Praktek money politics secara masif

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top