Ini Pengakuan Anak Nelayan yang Tewas Tertembak – Butonpos
Hukum

Ini Pengakuan Anak Nelayan yang Tewas Tertembak

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga bersama Irbit Ops Itwasda Polda Sultra, AKBP Sempana mengangkut jenazah korban penembakan oknum Polisi

BUTONPOS.COM, RAHA – Anak korban penembakan La Ode Siihu (43), warga Tampo, Kecamatan Napabalano, La Ode Rislan, mengungkapkan, sebelum kejadian ayahnya (La Ode Siihu) tengah memancing menggunakan perahu di samping kapal fery. Tiba-tiba, dia mendengar suara tembakan sebanyak dua kali. Ia terkejut dan melihat ayahnya sudah terkapar di atas perahu.

“Posisi saya di atas kapal fery. Saya dengar bunyi letusan dan mengecek ternyata bapaku sudah terbaring di atas kapal. Kami lalu membawanya di Puskesmas, ternyata bapaku sudah meninggal,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Wa Ode Marlina, istri korban mengatakan, suaminya keluar rumah pada Kamis (15/6) sekitar pukul 18.00 Wita. Suaminya pamit untuk pergi memancing di pelabuhan fery. Ia tahu suaminya telah meninggal setelah diberitahu kerabatnya pukul 03.30 Wita. “Saya tahu suamiku meninggal ditembak dari anakku,” ujarnya.

Kini, Ia hanya pasrah dan mengikhlaskan kepergian suaminya untuk selama-lamanya. Namun, Ia berharap pada Polres Muna untuk menuntaskan kasus yang telah merenggut nyawa suaminya. “Kami serahkan ke polisi untuk memproses secara profesional,” pintanya.

Aksi penembakan yang dilakukan oknum polisi itu direspon cepat Polda Sultra. Irbid Ops Itwasda Polda, AKBP Sempana Sitepu bersama dokter Forensik Polda, dr Mauliddin diterjunkan ke Muna untuk melakukan autopsi terhadap korban. “Saya ke sini (Muna) atas permintaan keluarga korban dan Kapolres untuk mendampingi dokter forensik,” kata Sempana.

Dari hasil autopsi, dokter berhasil mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di rongga dada bagian kiri korban. “Proyektil pelurunya jenis revoulver,” sebut mantan Kapolres Muna itu.

Sementara itu, dr Mauliddin menerangkan, di tubuh korban ditemukan satu luka di punggung kiri akibat terkena fragmen logam yang tembus hingga ke dalam rongga dada sebelah kiri.

“Kami berhasil mengeluarkan fragren logam tersebut. Kemantian korban penyebanya dari fragmen logam itu,” kata Mauliddin usai melakukan autopsi di RSU Raha.

Jenazah korban dipulangkan dari RSU sekitar pukul 12.30 Wita, dengan pengawalan aparat kepolisian. Kapolres Muna bersama AKBP Sempana Sitepu dan pejabat Polres Muna ikut melayat korban hingga di rumah duka di Kecamatan Napabalano.

Korban dikebumikan di TPU sekitar pukul 15.30 Wita.

Menurut Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga, memang benar telah terjadi aksi penembakan. Katanya, peristiwa itu bermula saat personil Polsek Tampo yang sedang melaksanakan piket malam mendapat laporan dari masyarakat yang menyebutkan ada kegiatan mencurigakan di Kapal Fery KM Rumbia. Anggota Polsek pun mengeceknya dan menemukan korban yang berada di atas perahu menempel di KM Rumbiah.

Saat itu juga Brigadir Awl mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali untuk menghentikan aktivitas korban, namun tidak digubris. Dengan terpaksa, korban harus dilumpuhkan. Namun naas, timah panas mengenai bagian punggung. “Korban tertembak di atas perahu, ketika hendak melarikan diri,” kata Agung Ramos.

Mantan Kabag Bin Ops Narkoba Polda Sultra itu menerangkan, saat ini Brigadir Awl telah diamankan di Mapolres Muna guna menjalani pemeriksaan. Toh, bilamana, tindakannya tidak sesuai Protab, maka sanski pemecatan menantinya. “Masih dilakukan pemeriksaan oleh tim. Kalau terbukti melanggar SOP, akan ada sanksi tegas yang dijatuhkan pada Brigadir Awl,” ungkapnya.

Pengganti AKBP Yudith Satriyah itu menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya korban. Pihaknya berjanji akan memproses kasus tersebut secara profesional. “Kami juga akan memberikan santuan pada keluarga korban,” tukasnya. (cr1)

Kronologis:

* Pukul 18.00 Wita
– Korban, La Ode Siifu pamit pada istrinya untuk memancing di Pelabuhan Fery menggunakan perahu
– Aparat Polsek Tampo mendapat laporan ada kegiatan mencurigakan di Kapal Fery KM Rumbiah

* Pukul 03.00 Wita
– Brigadir Awl lalu melakukan pengintaian dan menemukan korban sedang melakukan aktivitas yang mencurigakan di atas perahu yang menempel di kapal fery
– Brigadir Awl melempaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali untuk menghentikan aktivitas korban, namun korban berusaha melarikan diri
– Korban terpaksa dilumpuhkan dan mengenai bagian punggung

* Pukul 03.30 Wita
– Korban dilarikan di Puskesmas Tampo, sebelum dibawa ke RSU Raha

* Jumat pukul 11.30 Wita
– Dokter forensik Polda Sultra mengeluarkan proyektil peluru dari dalam rongga dada korban

* Pukul 12.30 Wita
– Jenazah korban dipulangkan ke rumah duka di Tampo untuk dimakamkan
– Korban dimakamkan pukul 15.30 Wita

BERITA POPULER

Enter ad code here
Enter ad code here
-DPRD-BAUBAU-HUT-RI-280x300.jpg" alt="" width="280" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-212078" />

Copyright © 2016 Butonpos

To Top