Istri Almarhum LN Negatif Covid19 – Buton Pos
Suara Buton Selatan

Istri Almarhum LN Negatif Covid19

Tim Satgas Busel dan personel Polres Buton yang memakai baju APD saat bersiap melakukan pemakaman jenazah almahurm LN. FOTO Istimewa

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BUTON SELATAN —Hasil Swab istri almarhum (LN) warga Lingkungan Pasar Mambulu, Kelurahan Jayabakti, Kecamatan Sampolawa yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) hasilnya dinyatakan negatif Covid-19. Kini istri almarhum rencananya akan dipulangkan ke rumahnya usai menjali karantina isolasi di kawasan perkantoran rumah karantina, Kelurahan Masiri.

Jubir Satgas Covid-19 Busel, Bakri Abdullah mengaku hasil Swab istri almarhum LN yang meninggal dicurigai ODP Covid19 di kediamanya Kamis 30 April 2020 lalu hasilnya, negatif Covid19. Ini setelah dilakukan uji swab yang nyaris tiga pekan  baru diketahui hasilnya,  Rabu (20/5).

“Alhamdulilah hasil Swabnya sudah keluar, hasilnya negatif Covid19, ” ujar Bakri dikonfirmasi media ini, Rabu (20/5).

Sesuai rencana, kata dia, hari ini istri almarhum akan dikeluarkan dari lokasi karantina di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Busel, Kelurahan Masiri.

Bakri berharap istri almarhum agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan berpola hidup sehat.

Sebelumnya, seperti diberitakan, tim Satgas langsung melakukan rapid tes terhadap yang bersangkutan (61). Hasilnya reaktif. Namun demikian ini tidak menjadi dasar utama untuk mendiagnosa istrinya. Maka dilakukan Swab untuk mengetahui diagnosa apakah terpapar virus corona atau tidak.

Kata dia, untuk mengetahui secara detail apakah terpapar Covid-19 maka harus dilakukan diagnosa melalui uji laboratorium atau di Swab.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terhadap istrinya. Maka diputuskan dilakukan karantina isolasi. Tim medis terus memantau perkembangan kesehatannya.

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.Keberadaan alat tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test) untuk COVID-19

Rapid test bekerja dengan mendeteksi immunoglobulin. Dalam hal ini, seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi di darah.

Hasil rapid test dapat keluar hanya dalam waktu 15-20 menit dan bisa dilakukan dimana saja.

Sedangkan jika metode PCR dilakukan dengan mengambil lendir pada tubuh seseorang, berbeda dengan rapid test yang menggunakan sampel darah untuk menguji apakah seseorang positif COVID-19.

Pemeriksaan PCR membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah.(aga)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top