Jaksa Dinilai Lambat Tangani Dugaan Penyelewengan DD Wasampela – Buton Pos
Hukum

Jaksa Dinilai Lambat Tangani Dugaan Penyelewengan DD Wasampela

ilustrasi

BUTONPOS.COM, PASARWAJO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton dinilai lambat menangani kasus dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Wasampela tahun 2015 dan 2016 sebagaimana telah dilaporkan Forum Penyelemat Desa Wasampela (Fa-Dewa), bulan lalu.

Masyarakat Wasampela yang tergabung dalam pihak pelapor hingga kini dibuat bingung atas kejelasan laporan mereka. Janji Kejari Buton untuk melakukan pemeriksaan fisik di lapangan atas hasil pekerjaan yang menggunakan DD tersebut hingga kini juga belum direalisasikan. Padahal, Ketua BPD Wasampela, La Hamaa, sudah blak-blakan membeberkan semua apa yang menjadi ketimpangan di desanya selama ini.

“Jangan-jangan penegak hukum ini sudah masuk angin. Sudah main mata dengan Kepala Desa (Wasampela, La Karudini). Kita patut menduga karena laporan kami sudah mau satu bulan belum juga ada kejelasannya,” ucap salah seorang pemuda Wasampela, La Asri, ketika menemui media ini, Senin (4/12).

La Asri mengatakan, pihaknya selalu siap sedia untuk menghadiri panggilan Jaksa bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Terhadap laporannya, pihaknya akan terus konsisten.

“Kami tetap konsisten dengan laporan kami. Kalau pihak Kejakasaan membutuhkan kami untuk dimintai keterangan, kami akan selalu siap menghadari,” ujarnya.

Agar kasus ini dapat menjadi lebih jelas, La Asri berencana akan kembali menurunkan massa untuk menggelar unjuk rasa di Kejari Buton, Senin (11/12). Aksi itu sekaligus sebagai solidaritas pihaknya dalam memperingati hari anti korupsi yang jatuh pada, Sabtu (9/12).

“Rencana sebenarnya kita mau turun pas hari anti korupsi, tapi karena bertepatan dengan kantor tidak masuk karena hari Sabtu, maka kita tunda nanti hari Senin tanggal 11,” imbuhnya.

Senada juga dikatakan, La Muli, anak Ketua BPD Wasampela. Dia mengaku pernah menemani ayahnya ketika dimintai keterangan oleh pihak Kejari Buton, tiga pekan lalu. Namun tindak lanjut setelah itu adem-adem saja hingga kini.

“Bapakku sudah membongkar semua apa yang terjadi selama ini di desa kami kepada jaksa. Tapi kok belum juga ada tindak lanjutnya sampai sekarang. Kalaupun masih kurang apa yang sudah dijelaskan, bapakku siap dipanggil kembali,” katanya.

Kasi Intelijen Kejari Buton, Tabrani SH, ketika dikonfirmasi atas persoalan ini mengatakan, sebelum turun melakukan pemeriksaan fisik di lapangan, pihaknya terlebih dahulu akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Kamis (30/11) minggu lalu, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada Sekretaris dan Bendahara Desa Wasampela, tapi tidak dapat hadir dengan alasan ada acara di Kota Baubau.

“Untuk sementara kita akan memanggil pihak-pihak terkait dulu untuk dimintai keterangan. Setelah itu baru melakukan pemeriksaan fisik di lapangan. Sekretaris dan bendahara kita sudah panggil tapi tidak bisa datang karena katanya mengadiri acara di Baubau,” ucap Tabari ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/12).

Tabrani mengaku, hingga kini pihak terkait yang dipanggil baru Ketua BPD Wasampela yang hadir. Selebihnya masih belum ada yang koperatif.

Kendati demikian, dia akan mencoba melakukan klarifikasi ulang terhadap yang dipanggil tersebut dengan harapan dapat hadir dalam minggu ini untuk memberi keterangan. Andaikan jika tetap tidak ada yang hadir, pihaknya akan melakukan jemput bola di lapangan.

Tabrani mengungkapkan, waktu yang dibutuhkan untuk memintai keterangan terhadap pihak-pihak terkait lebih kurang selama satu bulan. Setelah tuntas semua itu, baru dilakukan pemeriksaan fisik di lapangan.

“Kita upayakan sesuai waktu itu sekitar 30 hari kerja,” ucapnya. (man)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!