Kajati Sultra Menilai Penghentian Kasus Bappeda Baubau Sesuai SOP – Buton Pos
Ragam

Kajati Sultra Menilai Penghentian Kasus Bappeda Baubau Sesuai SOP

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Mudim Arsito angkat suara soal kasus pembangunan gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau.

Dia menganggap langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau menghentikan penyelidikan perkara tersebut sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Koorps Adhiyaksa itu. “Itu SOP sudah kita laksanakan,” ujar Mudim dikonfirmasi di sela-sela kunjungan kerjanya di Kejari Baubau beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, hak penerimaan keuangan daerah dalam proyek tersebut telah dibayarkan kontraktor saat kasusnya masih berstatus penyelidikan. Sehingga, sangat sulit untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Mungkin perbuatannya melawan hukum, tapi unsur kerugian negara sudah tidak ada saat penyelidikan. Bagaimana bisa kita mau lanjutkan ke penyidikan,” imbuhnya.

Dia menegaskan, situasinya akan berbeda jika statusnya sudah penyidikan. “Kalau pengembalian kerugian negara itu sudah penyidikan, tidak mungkin kita hentikan,” tandasnya.

Terkait tudingan-tudingan miring terhadap jajarannya saat demonstrasi Hari Anti Korupsi lalu, tambah dia, itu tidak benar. “Menurut saya tidak ada mafia kasus disini, kita melaksanakan tugas sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kejari Baubau sempat menyelidiki kasus Bappeda ini kurang lebih dua tahun. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ada jaminan pelaksanaan Rp 249.438.500 dan denda keterlambatan Rp 43.402.299 yang harus diterima daerah dalam proyek yang menelan APBD Baubau senilai Rp 4 miliar lebih itu.

Direktur PT Benteng Baria Perkasa (Alm) Muhammad Hidayat selaku kontraktor kemudian membuat pernyataan bersedia menyelesaikan pembayaran tersebut selambat-lambatnya 30 September 2016 lalu. Namun, belakangan diketahui, tagihan daerah itu baru diselesaikan nanti April tahun ini setelah Kejari Baubau sudah setengah jalan mengusutnya.

Selain kasus Bappeda, Kejari juga menghentikan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat musik di Sekretariat Daerah (Setda) Baubau 2016. Alasannya, kurang lebih sama yakni kontraktor CV Maju Jaya melunasi denda keterlambatan sebesarbRp 42.699.253 ke kas daerah. (exa)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

Copyright © 2019 Butonpos

To Top