Kapal Nelayan Busel Tenggelam di Timor Leste – Buton Pos
Suara Buton Selatan

Kapal Nelayan Busel Tenggelam di Timor Leste

BUTONPOS.COM, BATAUGA-Kapal nelayan asal Lande, Desa Gerak Makmur, Sampolawa, Buton Selatan, Sultra dikabarkan tenggelam di perairan Timor Leste akibat gelombang tinggi sekitar pukul 09.00 waktu setempat, Kamis (13/10).

Informasi ini dibenarkan Kapolres Buton AKBP Andi Herman. Kata Andi, satu unit kapal nelayan Desa Lande tenggelam Kamis 12 Oktober 2017 pukul 09.00 waktu Timor Leste.

Ia menuturkan, kapal nelayan yang tenggelam itu kapasitas tiga GT. Mereka merupakan nelayan pencari ikan tuna dengan juragan bernama La Hama (37) dan ABK Ardin.

“Betul, kapal nelayan tersebut mencari ikan sekitar 2 minggu yang lalu namun krna gelombang tinggi sehingga menyebabkan kapal tengelam,” ujarnya melalui sambungan Whatshapnya, Jumat (13/10) petang.

Dua nelayan ini kata dia, ditemukan langsung oleh Polisi Perairan Timor Leste tepatnya di pulau Kambing Atauru Negara Timur Leste. Kedua nelayan ditemukan berenang dengan menggunakan jergen sebagai alat pelampung. Kini kedua nelayan sudah di amankan oleh Polisi Perairan Timor Leste.

“Yang pasti mereka dalam keadaan selamat dan sehat. Alhamdulillah kondisi nelayan dalam keadaan selamat dan rencana akan dibawa ke Kota Dili,” katanya.

Senada juga dikatakan Kadis Kelautan dan Perikanan Busel Heru Sungkowo. Dikatakan pihaknya kini sementara berkoordinasi informasi melalui tim PSDKP Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. “Mereka Alhamdulillah selamat dan sehat,” katanya.

Sementara itu Istri La Hama korban kapal nelayan yang tenggelam, Fitri (33) mengakui hal itu. Ia sudah dapat berkomunikasi melalui sambungan telepon bersama suaminya. Ia mengakui sudah dihubungi otoritas polisi Timur Leste terkait keberadaan suaminya. Dua nelayan ini dikabarkan dalam keadaan sehat. Namun hanya kelelahan akibat berenang berpegangan menggunakan pelampung jerigen ukuran 20 liter tiga buah.

Menurutnya komunikasi terakhir dengan suaminya, mereka sudah diamankan sementara di rumah camat di pulau Kambing Atauru, Negara Timor Leste.

Kata dia, dari pengakuan suaminya, awalnya mereka hendak ke darat untuk menjual ikan. Namun dihantam gelombang tinggi. Kemudian mereka terdampar ditepi pantai diselamatkan warga dan dibawa ke rumah sakit. Kini sementara menunggu tim Kedutaan Besar RI di Dili Timor Leste untuk dibawa ke Dubes RI di Dili.

“Mereka terdampar di salah satu kampung di sana. Menurut suamiku mereka hanya menggunakan pelampung jerigen tiga buah hingga terdampar. Masyarakat setempat menolong dan membawa ke kantor kecamatan,” tutur Fitri melalui sambungan teleponnya kepada Buton Pos.

Ia menuturkan kejadiannya menurut pengakuan suaminya terjadi Kamis (12/10) sekitar pukul 09.00 pagi. Kapal mereka tenggelam dan ditinggalkan untuk menyematkan diri.

“Iya saya sudah bicara melalui telepon bersama suami saya. Alhamdulillah mereka dalam keadaan baik dan sehat, tadi waktu bicara di HP mereka mau ke Dili mau melapor di KBRI,” ujar ibu empat anak ini.

Kata dia, mereka meninggalkan rumah sudah 14 hari yang lalu dari Lande, Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa. Untuk melaut memancing ikan di bagian Larantuka. Ia mengakui suaminya tiap tahun mencari dan memancing ikan di perairan Kupang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dari informasi yang diperoleh dari suaminya kapal suaminya tenggelam akibat angin kencang dan gelombang tinggi mengantam kapal bodi kecil. Kapal suaminya sarat memuat ikan akhirnya dihantam gelombang tinggi kemudian tenggelam. Pada Jumat (13/10) sekitar pukul 10.00 Wita suaminya melalui sambungan telepon polisi Timor Leste berkomunikasi mengabarkan kejadian naas tersebut.

“Menurut suami saya nanti sampai di Dili baru mereka telpon lagi ke kampung. Sehingga mendapatkan kepastian kepulangan ke kampung halaman. Informasi terakhir Sabtu (14/10) baru dijemput dari Kedubes RI di Dili, setelah itu mungkin baru mereka dipulangkan ke kampung,” katanya.(aga)

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!