Kasus KDRT Anggota Dewan, BK DPRD Tunggu Laporan Korban – Butonpos
Suara Buton Tengah

Kasus KDRT Anggota Dewan, BK DPRD Tunggu Laporan Korban

ADAM

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan salah satu anggota DPRD Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dari Partai Demokrat berinisial SR terhadap isterinya sendiri, dinilai telah mencoreng marwah DPRD Buteng sebagai lembaga terhormat.

Meskipun demikian, DPRD Buteng belum membawa kasus ini ke Badan Kehormatan (BK) sebelum ada laporan dari korban atau pun keluarga korban yang keberatan. “Sepanjang belum ada yang melapor, kita belum bawa kasus ini ke Badan Kehormatan (BK) DPRD,” ungkap Ketua DPRD Buteng Adam saat ditemui sejumlah media di Kantor DPRD, Selasa (10/10).

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Buteng ini tetap memastikan, bila korban maupun keluarga korban yang keberatan datang melapor ke DPRD pihaknya akan memprosesnya dengan mendorong kasus KDRT tersebut ke BK DPRD. Selanjutnya, BK akan menyelidiki penyebab persoalan tersebut untuk bisa mengambil keputusan.

“Adanya kasus KDRT ini, saya secara pribadi merasa prihatin ada perilaku anggota DPRD seperti ini. Mestinya sebagai anggota DPRD harus bisa memberikan contoh, baik ucapan maupun tindak tanduk perbuatannya di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Menurut Adam, anggota DPRD merupakan wakil rakyat terhormat dan menyandang status sebagai pejabat publik, sehingga perbuatan dan ucapan harus selalu dijaga semaksimal mungkin. “Semoga kasus ini terakhir dan tidak terjadi pada saya pribadi maupun anggota DPRD Buteng lainnya,” tutupnya.

Sebagaimana tertuang dalam laporan polisi Nomor: /LP/263/X/2017/Sultra/Res Baubau, tanggal 07 Oktober 2017, kronologis kejadian sekitar pukul 08.00 wita terlapor SR mendatangi rumah korban RW di Rusunawa Kelurahan Wameo, tetapi korban tidak membukakan pintu. Terlapor kemudian menyimpan mainan buat anaknya di depan pintu rumah.

Sekitar pukul 10.00 wita, korban membawa kembali mainan tersebut ke rumah terlapor di Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoamabri, Kota Baubau. Sekitar pukul 12.00 wita, terlapor menelpon korban dengan kondisi marah. Terlapor juga sempat mengancam keluarga korban yang menjaga anak korban.

Terlapor pun bertemu dengan korban di Rusunawa sekitar pukul 15.00 wita, kemudian terlapor memukul korban ke arah kepala kurang lebih 20 kali pukulan. Terlapor kemudian ditahan kakaknya SD (inisial), tapi malah mendapat pukulan dari terlapor kurang lebih 10 kali.

Selanjutnya terlapor melarikan diri, sementara korban yang tidak terima dengan penganiayaan tersebut melaporkan SR yang merupakan suaminya ke Polres Baubau. (uzi)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top