Kasus Pencabulan Dua Murid SD Tahap II – Butonpos
Hukum

Kasus Pencabulan Dua Murid SD Tahap II

ILUSTRASI

BUTONPOS.COM, PASARWAJO — Sat Reskrim Polres Buton akan menyelesaikan tahap dua penanganan kasus dugaan pencabulan anak umur 8 tahun yang merupakan murid SD di Desa Tuangila, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton.

Penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton atas peristiwa sekitar dua bulan lalu itu akan dilakukan Kamis (5/1). Hal ini diungkapkan Kapolres Buton, AKBP Andi Herman SIk melalui Kasat Reskrim, Iptu Hasanuddin SH MH ketika ditemui di kantornya, Rabu (4/1).

Sebelumnya diberitakan, akibat menonton film porno membuat gairah birahi Ir (16) dan Rm (18) sulit dikendalikan. Di tengah bingung menyalurkan syahwatnya, dua anak SD sebut saja Bunga dan Mawar melintas.

Kedua anak dibawah umur tersebut kemudian diajak ke hutan dengan diiming-imingi menangkap ikan lele. Konon di areal yang tak jauh dari rumah Rm itu, ikan lele banyak. Tapi alih-alih mendapat ikan, Bunga dan Mawar malah dipaksa mengurus “lele” dua pemuda yang masih tetanggaan.

Orang tua kedua korban baru sadar ada yang aneh dengan anak-anak mereka setelah dua bulan kemudian. Setiap kali melihat Ir dan Rm melintas di depan rumah, mereka ketakutan. Bayangan peristiwa kekerasan seksual yang mereka alami cukup membekas.

“Orang tua mereka pun lapor polisi setelah memaksa anak-anak mereka bercerita apa yang terjadi,” ucap Kapolsek Kapontori, Ipda Marcell Prasetya, beberapa waktu lalu.

Dari hasil pemeriksaan setelah mengamankan dua pria putus sekolah itu, kata dia, kedua pelaku melakukan perbuatan bejat tersebut karena terpengaruh dengan video porno yang dinonton. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku meminta kedua korban untuk tidak menceritakan kejadian tersebut pada siapapun, dengan ancaman akan dianiaya.

Di depan polisi, Rm mengaku hanya mencabuli salah satu korban. Sementara Ir telah mencabuli keduanya. “Untuk jumlah pencabulan yang mereka telah lakukan, kami belum tahu pasti. Karena korban masih belum bisa diperiksa. Sebab masih trauma,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, Ir dan Rm dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 juncto pasal 71 6D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.(m6)

Click to comment

BERITA POPULER

To Top