Penyaluran Bansos Dianggap Janggal, Warga Kadolomoko Ancam Boikot Kantor Lurah – Buton Pos
Metro Baubau

Penyaluran Bansos Dianggap Janggal, Warga Kadolomoko Ancam Boikot Kantor Lurah

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Pencairan bantuan sosial tunai (BST) menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan, berbeda bagi warga Kelurahan Kadolomoko Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau justru sebaliknya yang dirasakan.

Karena tidak mendapatkan bantuan, tidak kurang dari 50 orang warga melakukan aksi demo di depan kantor kelurahan agar dengan harapan hak-hak mereka bisa tertunaikan.

Perwakilan masa pendemo, Nur Ikhsan mengatakan aksi demo yang digelar waktu pagi menjelang siang itu dilatarbelakangi atas tidak adailnya pihak kelurahan dalam membagikan bantuan masyarakat terdampak wabah virus corona Covid-19

“Kami merasa dalam penerapan pembagian bantuan pihak kelurahan terlihat diskriminasi bagaimana tidak, ada yang dapat dan ada juga yang tidak tersentuh padahal sangat layak untuk mendapatkan bantuan,” kata Ikhsan saat memimpin demo, kamis 20/5.

Selanjunya warga meminta agar bisa difasilitasi untuk berdiskusi bersama Lurah dengan tujuan mempertanyakan kenapa waraga yang lain mendapatkan bantuan sementara mereka (pendemo, red) tidak dapatkan bantuan.

“Anehnya ada satu rumah 8 orang mendapatkan bantuan bahkan ada yang masi dalam tanggungan orangtuanya ikut mendapatkan bantuan,” tukasnya.

Lalu masa aksi diterima Lurah Kadolomoko Muh Yusuf, mantan Lurah Kadolomoko yang sekarang sebagai Kabid Penanganan Kemiskinan Dinas Sosial LM Arfan dan Kadis Sosial Abdul Rajab.

Berhubung kehadiran kadis, Ikhsan menyinggung ada yang tidak beres dalam pendataan dilakukan RT sebab masyarkat yang ikut demo tidak terdata namanya dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Kami membutuhkan penjelasan disamping mengharapkan bantuan sembako har ini, kami juga harus dimasukan dalam nama-nama sebagai penerima bantuan dengan kata lain, sebagai penerima bantuan sosial secara organik,” harapnya kepada Abdul Rajab.

“Kami tegaskan dalam pertemuan ini harus ada solusi yang diberikan, adapun kalau tidak ada solusi sama sekali maka kami janji akan menutup kantor kelurahan bila perlu kegiatan pendistribusian bantuan dihentikan sementara,” pungkasnya.

Menyikapi tuntutan masa aksi, Kadis Sosial, Abdul Rajab meminta kepada warga yang belum tersentuh bantuan agar menahan diri dan membicarakan baik-baik terkait keluhan yang dialamin.

“Kami berjanji akan berupaya mencarikan jalan keluarnya agar warga yang belum dapatkan bantuan tetap mendapatkanya,” ucapnya.

Kini stok bantuan yang ada di gudang kelurahan tersisa sekitar 40 paket jumlahnya. Lurah Kadolomoko, Muh Yusuf berencana akan memberikan sisa stok yang ada kepada para pendemo.

“Hanya saja dari sisa stok bantuan yang ada sudah ada pemiliknya, olehnya itu kita sepakati saja bahwa kita akan bagikan warga di empat RW dan termaksud didalamnya untuk masa aksi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, lurah kadolomoko mengusulkan data penerima bantuan terdampak covid di dinsos sebanyak 1029 KK namun yang mendapatkan bantuan hanya 581 KK.(p5)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top