Kejari Tetap Kejar Delapan Perusahaan Penunggak BPJS Kesehatan – Buton Pos
Metro Baubau

Kejari Tetap Kejar Delapan Perusahaan Penunggak BPJS Kesehatan

Ilustrasi

BUTONPOS.COM, BAUBAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau memastikan akan tetap menagih kepatuhan perusahaan terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dari 25 badan usaha, kini tersisa delapan yang belum penuhi panggilan Korps Adhyaksa.

Delapan perusahaan itu terdiri dari empat kategori menunggak dan empat lainnya belum melakukan pendaftaran. Inisialnya, yakni PT RCN, UD EQ, PT RJP, PT KMU, Villa NW, Kafe TECR, Toko BL, dan Toko MR.

“Delapan yang belum datang ini kita akan jadwalkan ulang ini undangannya. Intinya, Surat Kuasa Khusus (SKK) ini berakhir setelah semua badan usaha itu mematuhi kewajiban BPJS Kesehatan-nya,” ungkap Kasi Datun Kejari Baubau, Sudarto di ruang kerjanya, Jum’at (4/10).

Kata dia, pihaknya memanggil 17 badan usaha Jum’at kemarin. Namun, tidak semua penuhi undangan. “Rabu kemarin kan delapan badan usaha yang kita undang. Tapi, tiga tidak hadir,” ujarnya.

Sejauh ini, beber dia, sudah ada enam perusahaan sudah patuhi BPJS Kesehatan. Terdiri dari empat melunasi tunggakan dan dua melakukan pendaftaran. “Sedangkan yang lainnya sudah menyatakan siap mematuhi kewajiban BPJS-nya dalam bulan ini,” imbuhnya.

Berdasarkan klarifikasi, jelas Sudarto, berhentinya karyawan menjadi alasan perusahaan-perusahaan tersebut menunggak iuran dan belum daftar BPJS Kesehatan. Alasan lainnya lantaran perusahaan sudah tidak beroperasi lagi.

“Tapi, itu tidak pernah dilaporkan ke BPJS. Karena BPJS tidak akan menghapus perusahaan itu dari daftar, kalau tidak melaporkan diri,” tandasnya.

Sebelumnya Sudarto mengungkapkan, Undang-Undang (UU) BPJS mewajibkan pemberi kerja atau perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya dan membayar tanggungan iuran kepada BPJS. Bahkan dalam UU tersebut, perusahaan yang melanggar terancam pidana penjara delapan tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.

“Tapi kita bukan dalam rangka memperkarakan perusahaan-perusahaan
tersebut. Kita baru sebatas upaya persuasif untuk menyelesaikan tunggakan iuran dan mendaftarkan karyawannya ke BPJS Kesehatan,” tandasnya. (exa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top