Keluhan Djamaluddin Sise Picu OPD Lain – Butonpos
Suara Sultra

Keluhan Djamaluddin Sise Picu OPD Lain

POITU MURTOPO

BUTONPOS.COM, KOLAKA – Keberanian Djamaluddin Sise, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Kolaka mengungkap “borok” pimpinannya di hadapan bupati Kolaka, dipastikan akan memantik PNS lain melakukan hal serupa.

Hal tersebut terungkap dari berbagai pernyataan beberapa PNS dibeberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditemui Buton Pos.

Sayangnya, sebagian dari mereka menyatakan masih akan mengumpulkan “amunisi” untuk melakukan aksi pengungkapan borok pimpinan mereka, utamanya yang terkait dengan penggunaan anggaran.

Dari beberapa OPD yang diperkirakan akan bergejolak terdiri dari dua badan dan satu kantor dinas.

Umumnya para staf dan pejabat level bawah di tiga OPD tersebut memiliki keluhan yang sama yakni menyangkut penggunaan dana perjalanan dinas dan pembiayaan lainnya yang tidak semestinya.

“Pimpinan jarang ditempat, keluar daerah terus. Jakarta terus. Belum satu minggu pulang, pergi lagi. Belakangan ada rencana mau mengalihkan anggaran bidang untuk perjalanan dinas. Ini sudah kelewatan,” ungkap salah seorang PNS yang minta identitasnya dirahasiakan.

Selain menyangkut perjalanan dinas yang hanya selalu mengakomodir kepentingan kepala OPD, para staf dan pejabat level bawah juga mengeluhkan tidak adanya keteladanan dari pimpinan mereka.

“Karena jarang di tempat maka semua urusan diambil alih pejabat di level bawah termasuk kebijakan tertentu yang bersifat strategis. Rapat-rapat pun jarang diikuti. Kita yang selalu wakili. Ini contoh sangat buruk,” ungkap salah seorang pejabat eselon III di salah satu badan.

Terkait fenomena pimpinan OPD “doyan” keluar daerah, beberapa staf, pejabat eselon III dan IV berencana mengadu ke Sekda atau Bupati.

Menanggapi banyaknya keluhan PNS di lingkup Pemda Kolaka menyangkut ulah pimpinan mereka, Sekda Kolaka Poitu Murtopo menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Walau demikian Poitu juga mengaku heran dengan sikap “mendua” sebagian pejabat dan staf yang terkesan membingungkan.

“Hampir setiap hari saya berkomunikasi dengan banyak pejabat eselon III dan IV, sampai staf juga. Tapi semua mengaku aman-aman saja waktu ditanya. Kalau belakangan terungkap begini saya tidak tahu lagi mau bilang apa,” kata Poitu di ruang kerja Kabag Umum dan Perlengkapan, Rabu (17/5) lalu.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (10/5) lalu di desa Puu Lawulo, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Djamaluddin Sise mengungkapkan secara terbuka di hadapan Bupati, Ahmad Safei mengenai persoalan di tubuh organisasinya.

Prev1 of 2

Click to comment

BERITA POPULER

To Top