“Kepala Babi” di Damkar – Buton Pos
Metro Baubau

“Kepala Babi” di Damkar

Irwansyah Amunu

Catatan: Irwansyah Amunu

TIDAK seperti biasa, Minggu (23/2) pagi, puluhan anak-anak sudah berkumpul di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Baubau dibilangan Lapangan Lembah Hijau. Hari itu Hebat Comunity Baubau yang digawangi H Ariani menggelar Play Date disana.

Pesertanya membludak. Sebelumnya hanya 40 anak, membengkak menjadi 60 peserta.

Namun demikian, pihak Damkar tetap semangat. Tak ada rona mengkerut di wajah jajaran yang dikepalai MZ Tamsir Tamim tersebut.

Anak usia TK dan SD tersebut umumnya didampingi orang tua. Mereka diperkenalkan tetek bengek soal kerja “Pasukan Merah” plus peralatan yang digunakan.

Saya lihat wajah penuh semangat terpancar di muka para bocah yang menyaksikan penjelasan pihak Damkar. Beberapa diantaranya bahkan ada yang mengenakan jaket anti panas bak tenaga Damkar. Ya, tenaga Damkar cilik. Hehehe.

Mengenakan jaket plus celana oranye. Dipadu dengan helm pengaman.

Bila mengenakan pakaian tersebut jangan khawatir dengan jilatan api. Insya Allah aman. Sejurus kemudian diperagakan juga bagaimana mengenakan tabung oksigen untuk menghadapi situasi sulit yang hampa udara.

Termasuk aneka nozel, perangkat yang dirancang untuk mengontrol arah atau karakteristik dari aliran air, terutama untuk meningkatkan kecepatan saat keluar atau memasuki sebuah ruang tertutup, selang atau pipa. Satu jenis nozel primadona yang digunakan untuk memecah api. Memudahkan penyebutannya, mereka sebut dengan “Kepala Babi”. Istilah yang mungkin cuma ditemukan di Damkar Baubau.

Dijelaskan juga bagaimana penanganan kompor gas yang kerap memicu kebakaran. Episode ini saya melihat ibu-ibu yang antusias memperhatikan. Termasuk diajarkan bagaimana cara memadamkan kebakaran.

Selanjutnya anak-anak tersebut juga diajarkan teknik memegang selang. Satu armada Damkar yang dihidupkan. Itulah yang digunakan untuk menyemprotkan air. Saya melihat senyum, dan tawa terukir di bibir mereka. Walau resikonya pakaiannya basah.

Untuk memberikan aspek hiburan kepada peserta, pihak Damkar tidak kehilangan akal. Mereka mengikatkan tali dari pohon kelapa menuju tiang. Jaraknya sekitar 20 meter. Itulah yang digunakan untuk meluncur bak flying fox.

Pada sesi ini saya melihat semua peserta bersemangat. Walau ada juga yang menangis karena takut ketinggian. Ya, itulah warna warni dunia anak. Penuh keseruan.

Sementara pada hari yang sama, di Baubau ditemukan mayat seorang wanita diduga dibunuh yang membuat Kamtibmas Kota Semerbak terganggu. Akibatnya hari terakhir ini untuk bepergian harus membuat perhitungan matang.

Semoga Baubau kembali normal. Tak ada lagi was-was. Layaknya perasaan para bocah yang riang gembira di Damkar.(Follow Instagram: @irwansyahamunu)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top