Kepsek Tak Wajib Lagi Mengajar – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Kepsek Tak Wajib Lagi Mengajar

hasan tali

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Dalam mengimplementasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang ketentuan kepala sekolah (Kepsek) tidak lagi wajib mengajar untuk pemenuhan syarat tunjangan profesi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) masih melakukan pengecualian dalam menerapkannya dengan dalih keterbatasan guru.

Sebelumnya Kepsek itu adalah guru yang diberi tugas tambahan menjadi kepala sekolah dengan pembagian tugasnya 70 persen manajerial dan 30 persen mengajar. Tapi sekarang, dengan aturan baru tidak diwajibkan lagi mengajar di sekolah yang dipimpinnya, hanya fokus mengelola dan mengatur jalannya proses belajar mengajar di sekolah.

“Beban Kepsek sebagaimana PP Nomor 19 Tahun 2017 itu, bukan lagi guru yang mendapat tugas tambahan atau tidak ada lagi beban mengajar. Kepsek difokuskan pada tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, serta supervisi guru dan tenaga kependidikan,” ungkap Kadis Dikbud Kabupaten Buteng Hasan Tali, ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, aturan baru tersebut belum bisa sepenuhnya dilaksanakan pihaknya di Kabupaten Buteng. Pasalnya, masih banyak sekolah yang masih kekurangan guru dan tenaga kependidikan, sehingga banyak Kepsek masih perlu mengajar di kelas.

“Kita (Buteng, red) masih banyak kekurangan guru, sehingga masih perlu mengajar. Ditambah lagi kalau misalnya ada guru yang sedang berhalangan mengajar, otomatis Kepsek harus mengisi pelajaran yang kosong di kelas untuk bisa memberikan kewajiban transfer ilmu pengetahuan kepada siswa setiap harinya,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam PP 19 Tahun 2017 juga dicantumkan bahwa guru tidak lagi harus memenuhi kewajiban 24 jam mengajar, melainkan diubah menjadi 40 jam kerja dalam seminggu yang terdiri dari beberapa tugas selain tatap muka dengan siswa. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi kepala sekolah yang harus memenuhi 40 jam kerja dalam seminggu.

Dengan ketentuan baru tersebut diharapkan guru-guru tidak lagi mengajar lebih dari satu sekolah agar bisa memenuhi syarat 24 jam mengajar untuk kebutuhan tunjangan profesi.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!