Klaster KM Ngapulu Tambah Tiga Kasus Positif Corona di Buteng, Total 18 Orang – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Klaster KM Ngapulu Tambah Tiga Kasus Positif Corona di Buteng, Total 18 Orang

KONPERS: Juru Bicara TGC-19 Buteng, dr Karyadi didampingi Kadis Kesehatan Kasman saat konfetensi pers di Sekretariat GTC-19 Buteng

BUTONPOS.FAJAR.CO.ID, BUTON TENGAH – Klaster KM Ngapulu menambah deretan kasus positif corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Setelah sebelumnya terkonfirmasi positif 15 orang, sehari kemudian bertambah lagi tiga orang, sehingga totalnya menjadi 18 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buteng, dr Karyadi, mengatakan 18 orang terkonfirmasi positif corona tersebut semuanya merupakan Klaster KM Ngapulu yang ikut mengangkut penumpang asal Kabupaten Buteng sebanyak 160 orang.

Dari 160 orang tersebut kemudian dilakukan rapid test. Hasilnya, 24 orang dinyatakan reaktif corona. Selanjutnya dilakukan lagi tes VCR atau pengambilan sampel swab tenggorokan.

“Dari 24 yang diuji swab, kami baru menerima laporan 20 orang yang keluar hasilnya dan 15 diantaranya positif corona. 15 orang yang positif ini telah diumumkan Tim Gugus Tugas Provinsi kemarin. Hari ini kami mendapat laporan lagi ada tambahan riga orang positif. Tersisa satu orang yang belum keluar hasil swabnya,” ungkap dr Karyadi dalam jumpa pers di Sekretariar GTC-19 Buteng, Sabtu (16/5/2020).

18 orang yang terkonfirmasi positif corona ini, kata dia, tersebar di empat kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) sebanyak 10 orang, Kecamatan Mawasangka 4 orang, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) 2 orang, dan Kecamatan Gu 2 orang.

“Sebelumnya yang dirilis Tim Gugus Tugas Provinsi 15 kasus positif. Kemudian ada tambahan tiga orang, yakni dari Kecamatan Masteng dua orang dan Kecamatan Mawasangka satu orang, sehingga total positif corona di Kabupaten Buteng sampai hari ini sebanyak 18 orang,” jelas Karyadi.

Setelah ada laporan positif ini, pihaknya langsung melakukan rapat yang diikuti seluruh dokter dan kepala puskesmas di Kabupaten Buteng. Diputuskan, penanganan para pasien positif ini akan dilakukan sesuai SOP.

“Kalau positif Covid tanpa gejala, penanganannya ditangani pihak puskesmas dan aparat setempat yang akan dikarantina dalam satu tempat tertentu,” timpalnya.

Sementara ini, pihaknya juga melakukan langkah menelusuri riwayat kontak para pasien positif dengan orang-orang disekitarnya melalui petugas puskesmas. “Kita lakukan survailans, siapa-siapa yang sempat kontak dengan pasien sebelum dinyatakan positif corona,” paparnya.

Karyadi menambahkan, kalau sudah teridentifikasi, maka semua yang pernah kontak dengan pasien positif ini akan dilakukan rapid test. Ia juga membeberkan, sewaktu pasien positif ini masih dinyatkan reaktif dan diuji swabnya, mereka dikarantina di wilayah tempat tinggalnya seperti di gedung sekolah atau bangunan desa lainnya. Ada juga sebagian dikarantina di rumah sendiri dan diawasi petugas.(uzi)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top