Komnas HAM-RI Turunkan Tim Selidiki Kasus Tewasnya Mahasiswa UHO – Buton Pos
Suara Sultra

Komnas HAM-RI Turunkan Tim Selidiki Kasus Tewasnya Mahasiswa UHO

Gatot Ristanto

BUTONPOS.COM, KENDARI – Komnas HAM menurunkan tim pemantau dan penyelidikan terhadap kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) pada aksi unjuk rasa menolak Revisi UU KPK dan RUU KUHP di Kantor DPRD Provinsi Sultra) pada Kamis, (26/9) lalu.

Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM Komnas HAM-RI, Gatot Ristanto, mengatakan, ada kesalahan prosedur pihak kepolisian dalam menjalankan Standart Operating Procedur (SOP) saat mengawal aksi damai itu. Hal itu, kata dia, terlihat berdasarkan data yang dihimpun di lapangan oleh Tim Komnas HAM selama tiga hari.

“Ini menjadi penguatan dan fokus kami guna memastikan proses penanganan hukum bisa berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Walaupun, sejauh ini sudah berjalan proses, dengan membebas tugaskan enam anggota polisi yang ditetapkan sebagai terperiksa,” imbuh Gatot Ristanto, saat menggelar Press Conference, Kamis (9/10).

Lanjutnya, saat ini pihaknya mempunyai kapasitas baru mengumpulkan data dari semua pihak untuk saling melengkapi, lalu kemudian akan dikaji apakah memenuhi unsur pelanggaran HAM atau tidak.

“Nantinya dari hasil kajian tersebut, lanjujt Gatot Ristanto, akan diputuskan melalui rapat paripurna dan langsung disampaikan kepada publik,” tegasnya.

Sejauh ini tambahnya, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait, baik itu pihak kepolisian, Forkopinda, DPRD Sultra, Pemerintah Provinsi Sultra, rektor UHO, RS Abunawas, RS Korem serta RS Bahteramas, sebagai upaya mengumpulkan data saat unras yang telah menewaskan dua Mahasiswa UHO.

Sekedar diketahui, berdasarkan hasil autopsi RS Kota Kendari Himawan Randi (19) tewas karena tembakan peluru yang mengenai ketiak kiri bagian bawah. Tidak diketahui jenis peluru, apakah tajam atau tumpul.

“Luka karena peluru yang mengenai ketiak kiri bagian bawah menembus hingga ke kanan. Peluru menyebabkan terjadi luka di paru-paru dan kantong jantung,” kata dr Raja Alfath (Widya Iswara) yang memimpin autopsi Radi.

Sementara Yusuf sempat menjalani operasi, tapi pada Jumat (27/9) meninggal dunia.

Atas terbunuhnya dua mahasiswa UHI tersebut, tim investigasi internal kepolisian telah memeriksa 13 polisi. Tim juga telah menarik 13 pucuk senjata dari 13 personel polisi tersebut.

“Dan ke-13 personel polisi pemilik senjata itu juga sudah kami mintai keterangan. Temuan itu nanti akan disampaikan Kapolda Sultra yang baru dilantik, Brigjen Merdisyam,” kata Kabiro Penmas Mabes Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, Senin (30/9).

Selain itu, tambahnya, tim juga menemukan tiga proyektil dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). (m1)



Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top