KPU Buteng Kenalkan Pemilih Khusus dan Tambahan di Pemilu 2019 – Buton Pos
Suara Buton Tengah

KPU Buteng Kenalkan Pemilih Khusus dan Tambahan di Pemilu 2019

BUTONPOS.COM, BUTON TENGAH – Pasca menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Penyempurnaan kedua (DPTHP-2), KPU Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mulai mengenalkan pemilih kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusu (DPK) pada Pemilu 2019.

Ketua KPU Buteng La Ode Nuriadin menjelaskan, selain Daftar Pemilih Tetap (DPT) dikenal pula istilah DPTb dan DPK sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentan Pemilu, kemudian akan diturunkan dalam Peraturan KPU tentang pemungutan dan penghitungan suara.

“Sampai saat ini peraturan KPU dari penjabaran UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu tersebut masih disusun KPU RI,” tulis Nuariadin melalui pesan Whats App.

Sebagaimana diketahui, kata dia, DPT merupakan daftar pemilih yang disusun KPU berdasarkan data pemilih pada Pemilu terakhir yang disandingkan dengan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Pemilih kategori ini akan mendapatkan surat pemberitahuan memilih atau C-6 dan bisa mencoblos pukul 07.00-13.00 waktu setempat dengan membawa C-6 dan KTP-el,” terangnya.

Nuriadin menambahkan, di Pemilu 2019 KPU sudah menetapkan DPT dan atas masukan Parpol dan Bawaslu, DPT itu disempurnakan hingga dua kali yang disebut DPT-HP (DPT Hasil Penyempurnaan).

Kategori DPTb, merupakan pemilih yang sudah terdata dalam DPT, namun ingin pindah memilih di TPS yang berbeda dari lokasi yang sudah di data. Undang-undang Pemilu menyebut beberapa macam pemilih DPTb ini.

Misalkan, pindah memilih karena menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain. Menjalani rawat inap di rumah sakit atau keluarga yang mendampingi. Penyandang disabilitas di panti soail, menjalani rehabilitasi Narkoba, tahanan, siswa atau mahasiswa yang jauh dari rumah, pindah domisili, dan korban bencana.

“Pemilih DPTb ini harus mengurus surat pindah memilih (Form A5) di PPS desa/kelurahan paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara 17 April 2019. Petugas PPS akan mencoret nama yang sudah terdata dan memberikan form pindah memilih (A5) untuk diserahkan ke PPS desa/kelurahan tujuan lokasi mencoblos,” jelas Nuriadin.

Pemilih DPTb punya kesempatan menggunakan hak pilih yang sama dengan pemilih DPT, yakni antara pukul 07.00-13.00 waktu setempat dengan membawa form A5 dan KTP-el.

“Pada Pilkada serentak 2017 lalu, kategori pemilih ini disebut Daftar Penmilih Pindahan (DPPh. Namun pada Pemilu 2019, istilahnya berubah menjadi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb),” paparnya.

Sementara kategori DPK, merupakan warga yang punya hak pilih namun belum terdata dalam DPT atau DPTHP-2. Pemilih ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa KTP-el di TPS terdekat sesuai alamat pada KTP-el, tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat KTP-el.

“Namun, pemilih DPK ini hanya bisa menggunakan hak pilihnya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup, yakni pukul 12.00-13,00 waktu setempat, dengan catatan selama surat suara masih tersedia,” pungkasnya.

Nuriadin mengingatkan, apapun kategori pemilihnya baik DPT, DPTb, maupun DPK wajib membawa KTP-el sebagai syarat mencoblos di TPS pada Rabu, 17 April 2019.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top