Laka Tunggal, Truk Terbalik di Poros Waara-Boneoge – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Laka Tunggal, Truk Terbalik di Poros Waara-Boneoge

Sebuah truk yang mengalami Laka tunggal terbalik di poros Waara-Boneoge, kemarin

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tunggal kembali terjadi di ruas jalan poros Waara-Boneoge, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng)), Senin (13/11). Korban kali ini sebuah mobil truk kuning dengan nomor polisi (Nopol) DT 1083 XX.

Mobil Truk Mistsubishi yang dikendarai La Ntade (42), warga Desa Nepa Mekar, Kecamatan Lakudo tersebut, terbalik akibat menghindar dari mobil angkot yang berpapasan di tikungan jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas itu dan hanya kaca spion samping kiri saja yang mengalami kerusakan.

Menurut pengakuan La Ntade, dirinya dari Kelurahan Boneoge hendak menuju Wamengkoli. Saat melintas di tikungan poros Waara-Boneoge, tiba-tiba dari arah depan muncul mobil angkot. Kondisi jalan yang sempit, mengharuskan dirinya membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan.

“Karena sudah keluar dari jalur aspal, mobil saya pun miring hingga akhirnya terbalik dan terbanting ke kiri mengenai tumpukan pasir di pinggir jalan. Untungnya setir berada disebelah kanan, sehingga saya bisa selamat,” tuturnya ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Laka tunggal tersebut menyita perhatian dari para pengguna jalan. Warga yang tak jauh dari TKP ramai-ramai bergotong royong mengembalikan posisi truk ke arah semula dan berhasil dievakuasi.

Pasca jalan poros Waara-Boneoge ini diaspal mulus, para pengendara cenderung tidak mengurangi lagi kecepatan laju kendaraannya, tanpa mempertimbangkan kondisi pengaspalan jalan yang masih sempit dan kiri kanan aspal belum semuanya ditimbun dengan pengerasan. Ditambah lagi bila mobil berpapasan di tikungan jalan, sangat rawan sekali terjadi kecelakaan.

Maka itu, para pengendara tetap berhati-hati mengemudikan kendaraannya dan mengurangi kecepatan saat melintas di tikungan jalan. Apalagi saat terjadi hujan, jalanan menjadi licin. Utamanya di penurunan pertengahan Waara-Boneoge, banyak bekas-bekas tanah liat yang melekat diaspal menjadi licin saat terkena hujan.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!