Lanjutan Pengaspalan Jalan Lombe-Tolandona Pakai Anggaran Bonus WTP – Buton Pos
Suara Buton Tengah

Lanjutan Pengaspalan Jalan Lombe-Tolandona Pakai Anggaran Bonus WTP

PANTAU PENGASPALAN: Bupati Buteng H Samahuddin memantau penyelesaian pengaspalan hotmix Lombe-Tolandona di Desa Wakeakea. FOTO: FAUZI/BUTONPOS

BUTONPOS.COM, LABUNGKARI – Dua tahun berturut-turut mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, menjadi berkah tersendiri dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan predikat WTP (2017-2018) tersebut, daerah yang sudah berusia lima tahun ini mendapat bonus dari pemerintah pusat. Capaian WTP 2017, Pemkab Buteng diberi bonus sebesar Rp 22,5 miliar. Sementara bonus WTP 2018 belum diketahui besarannya, namun diharapkan bisa melebihi dari 2017.

Hal ini didasarkan dari tindak lanjut penyelesaian temuan BPK, Kabupaten Buteng selalu menempati rangking tertinggi se Sultra. Pada LKPD 2017 meraih skor 86,12 persen dan 2019 meningkat menjadi 88,16 persen. “Alhamdulillah WTP 2017 kita telah diberi bonus oleh pemerintah pusat sebesar Rp 22,5 miliar,” ungkap Bupati Buteng H Samahuddin ditemui di kantornya, belum lama ini.

Bonus WTP tersebut, kata dia, menjadi Dana Investasi Daerah (DID). Tahun 2019 ini dipakai untuk mendongkrak pembangunan di Kabupaten Buteng. Dari Rp 22,5 miliar itu, sebanyak Rp 12 miliar dipakai untuk melanjutkan pengaspalan Hormix Lombe-Tolandona. Sisanya dibawa untuk pembangunan dan peningkatan pendidikan dan kesehatan.

“Sesuai janji saya tahun lalu, pengaspalan hotmix jalan Lombe-Tolandona yang hanya sampai melewati Desa Kamama, akan saya lanjutkan lagi tahun ini. Sekarang kita mulai lakukan pelebaran dan pengatingan, sedangkan untuk pengaspalannya sendiri sekitar bulan Oktober atau paling lama November. Anggarannya sebanyak Rp 12 miliar yang bersumber dari bonus WTP 2017,” paparnya.

Samahuddin menambahkan, untuk pelebarannya sendiri sudah disosialisasikannya dari 2018 lalu sampai 2019 ini bila ada pertemuan atau kegiatan dengan masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Gu dan Kecamatan Sangia Wambulu.

“Khusus pelebaran yang melewati pepohonan rindang yang ada di Desa Kolowa, Kadis Lingkungan Hidup H Alimuddin yang juga putera Kolowa sudah minta izin kepada masyarakat setempat yang dikuatkan dengan tanda tangan dan disepakati 10 meter. Tempat lain seperti dari Lombe sampai Desa Kamama tahun lalu rata-rata 15 meter,” bebernya.

Titik pelebaran lain yang juga dipikirkan bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini, yakni di Desa Baruta Lestari yang padat perumahan di kiri-kanan pinggir jalan. “Kalau disitu (Baruta Lestari, red) lebarnya kita sesuaikan saja, sekitar tujuh sampai delapan meter,” pungkasnya.

Ditambahkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Tata Ruang (PUPRTR) Kabupaten Buteng Aminudin, program pengasapalan hotmix jalan Lombe-Tolandona sepanjang 18,2 KM lebih, dimulai 2018 lalu. Dari titik nol pertigaan kantor Camat Lombe sampai melewati Desa Kamama. “Progresnya sepanjang 13 KM lebih dengan anggaran sekira Rp 36 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” katanya.

Tahun 2019 ini akan dilanjutkan lagi sampai ke Tolandona sepanjang 4 KM lebih dengan anggaran sekira Rp 12 miliar yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). “DID ini merupakan bonus dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Buteng yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” terang pria yang akrab disapa Bang Udin ini.

Dimulainya pelebaran dan pengatingan jalan saat ini, pihaknya memperkirakan lanjutan pengaspalan hotmix jalan Lombe-Tolandona sekitar Oktober atau paling lambat November mendatang.(uzi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top