Listrik Sering Padam Dikhawatirkan Jadi Kendala Pelaksanaan UNBK di Busel – Buton Pos
Suara Buton Selatan

Listrik Sering Padam Dikhawatirkan Jadi Kendala Pelaksanaan UNBK di Busel

BUTONPOS.COM, BUTON SELATAN – Setelah sukses menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) perdana tahun 2018 lalu, SMAN 2 Batauga kembali akan menggelar UNBK 2019 ini, dengan target siswanya lulus 100 persen. Namun demikian, yang menjadi tantangan pelaksanaan UNBK adalah seringnya listrik padam.

Kepala SMAN 2 Batauga, La Dati SPd mengatakan, tantangan terbesar pelaksanaan UNBK di Busel adalah listrik yang kerap padam secara tiba-tiba. Ini yang mesti dicarikan solusi secara bersama. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak PLN agar bisa memberikan jaminan tidak padam lampu saat pelaksanaan UNBK nanti.

Selain itu, La Dati mengaku, untuk mengantisipasi pemadaman listrik secara tiba-tiba, pihaknya juga telah menyiapkan mesin genset sewaan. Ia menargetkan pencapaian hasil UNBK tahun 2019 ini minimal sama dengan capaian tahun 2018 lalu, atau tidak melebihi capaian tahun ajaran sebelumnya.

Kata dia, persiapan yang sudah dilakukan sekolah yang dipimpinnya adalah mengadakan pengayaan sejak 2 Januari sampai tanggal 31 Maret nanti, karena 1 April UNBK digelar.

SMAN 2 Batauga juga tahun 2018 lalu adalah perdana melaksanakan UNBK di Kabupaten Busel khususnya tingkat SMA Busel. Peserta UNBK SMAN 2 Batauga tahun ajaran 2018/2019 ini sebanyak 60 orang. Terdiri dari jurusan IPS 40 orang, IPA 20 orang.

Ia menambahkan sejak berdiri tahun 2013 sampai dengan 2019 ini beberapa capaian infrastruktur dasar RKB dan
fasilitas lain. Tahun 2019 ini SMAN 2 Batauga mendapatkan bantauan komputer sebanyak 23 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di tahun 2014 lalu, SMAN 2 Batauga juga mendapatkan bantuan komputer sebanyak 15 unit. Sehingga total komputer yang ada kini sudah berjumlah 53 unit. “Jadi pada prinsipnya kita sudah siap melaksanakan UNBK dengan komputer yang ada,” imbuhnya.

Untuk pelaknsanaan UNBK tahun 2019 ini dibagi dalam dua sesi. Pertama masuk 07.30-10.30 sebanyak 30 orang, sesi kedua 30 orang dari pukul 11.30-12.30 Wita.

Dalam menghadapi UNBK berbasis komputer ini pihaknya juga sudah menggelar rapat bersama orang tua wali siswa. Kesimpulanya, orang tua bersama dewan guru sepakat untuk mengadakan tambahan jam belajar bagi peserta UNBK.

La Dati mengaku, menghadapi UNBK ini ada trik khusus yang diberikan kepada siswa. Sebab pelaksanaan UNBK jauh berbeda dengan ujian manual. Untuk memantapkan persiapan siswa kelas XII, sejak semester pertama pihaknya sudah membiasakan siswa melakukan ujian berbasis UNBK.

Untuk memperlancar siswa dalam menghadapi UNBK ini sudah mengadakan simulasi yang kedua kalinya sejak 28-31 Januari ini. Setelah simulasi itu akan digelar pula gladi bersih tanggal 11-12 Maret 2019. Sebelum pelaksanan UNBK 1 April 2019.

“Ini yang kami siapkan sehingga anak–anak nanti saat dihadapan komputer mentalnya tidak grogi. Ini untuk membiasakan mereka untuk menghadapi UNBK,” katanya.

Ia menargetkan capaian pelaksanaan UNBK lulus 100 persen. SMAN 2 Batauga sudah tiga kali penamatan alumni. Dari tiga alumni itu lolos 100 persen. “Mudah-mudahan alumni ke empat ini sama dengan capaian tahun 2018 lalu. Lulus 100 persen juga,” tutupnya. (aga)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top